Rabu, 07 Agustus 2019

Mana Tahan (10)

Mana Tahan (10)
Oleh Wak Amin



"FIRE!" Teriak Kolonel Laut Santo so. Teriakan ini membuat seluruh anggota pasukan yang tersisa se makin bersemangat.

Dengan keputusan nekat dan bera ni,  Sang Kolonel memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan sekoci perang ke laut.

Ada sekitar sepuluh sekoci. Selain sekoci, satu pesawat tempur tersi sa dikerahkan. Saat bersamaan, da ri kapal perang Cahaya, diluncurkan satu buah rudal nyamuk.

Rudal ini tak mampu dihadang pa sukan Jasina, sehingga dengan mu dahnya menghantam kapal Mari, yang beberapa saat kemudian ter bakar.

Beruntung Kolonel Laut Santoso se lamat dari ledakan dahsyat itu. Dia terjun dari kapal dengan menggu nakan pelampung bersama bebe rapa pengawalnya.

Namun sekitar seratus lebih kru di atas kapal Mari tewas terbakar. Ma rah, sedih dan geram tampak meng gurat di raut muka Kolonel Santoso yang sempat terpana menyaksikan Mari perlahan tenggelam.

Sementara pasukan sekoci terus mendekat ke lokasi kapal Cahaya yang berjarak kurang lebih sepuluh kilometer.

Semakin dekatnya pasukan sekoci Jasina ini sempat membuat geli sah sebagian kru kapal perang Ca haya.

Namun dengan tenangnya Kolonel Basuki mengajak anggota pasukan nya untuk tidak terpancing melaku kan hal yang sama. Melakukan pe nghadangan dan penyerangan ba lik dengan sekoci.

Justru Sang Kolonel memerintah kan peluncuran dua pesawat tem pur secara serempak dan bersila ngan arah. Tindakan ini diambil untuk menahan laju pasukan mu suh.

Meski berisiko terkena tembakan dari pasukan sekoci, tapi beberapa saat usai lepas landas dari kapal perang Cahaya, dua pesawat tem pur yang pernah diuji coba Presiden Bais ini sukses bermanuver degan terbang rendah di atas permukaan laut sambil melepaskan beberapa kali tembakan dan bom air.

Sebagian pasukan sekoci tewas, se bagiannya lagi sempat melompat ke dalam air. Sebelum akhirnya be berapa di antaranya berhasil di sela matkan pasukan laut Yauman.

Bagaimana dengan nasib Kolonel Laut Santoso?






Tidak ada komentar:

Posting Komentar