Mana Tahan (20)
Oleh Wak Amin
DI luar rumah sakit ...
Pihak keamanan rumah sakit me ngamankan seorang pria yang didu ga hendak meledakkan rumah sa kit.
Si pria sempat melakukan perlawa nan. Dia berhasil meloloskan diri dengan cara melompat dari mobil boks yang hendak membawanya ke kantor polisi setelah terjadi bom da lam kotak meledak.
Seorang petugas security, yang me mbawa kotak itu untuk diamankan, tewas mengenaskan dengan muka nyaris hancur terkena ledakan.
Meski tidak terlalu keras, ledakan itu merusak pos jaga, gerobak gore ngan, rumah makan dan motor ser ta mobil yang terparkir di area ru mah sakit.
Saat semua perhatian terfokus di bagian depan rumah sakit, seorang laki-laki tampan berkacamata, yang menyamar sebagai dokter, dengan langkah cepat memasuki sal Kamil dirawat.
Tidak lama dia berada di ruangan itu. Kurang dari tiga menit, lalu ke luar lagi tanpa seorang pun yang melihatnya.
Lelaki tadi menuruni anak tangga samping rumah sakit. Berjalan sedi kit ke kanan, ada beberapa mobil te rparkir di sana. Khusus parkir tim dokter rumah sakit.
Dia kemudian mendekati mobil pu tih sedan. Pintu terbuka. Dia pun masuk. Lampu depan menyala. Mo bil pun melaju dengan mulus mele wati tangga lantai bawah rumah sakit.
"Semua beres Bos," kata si pria tadi yang bernama Firdaus. Mobil belok kanan, keluar dari area belakang ru mah sakit menuju jalan utama pu sat kota.
"Kembali ke markas, cepat!" Perin tah Rahmat, sang bos.
"Siap komandan ...!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar