Siraman Rohani
Takut kepada Allah SWT (5-HABIS)
Oleh : Aminuddin.
Edisi Kelima
INILAH beberapa
khauf para nabi, wali, ulama dan orang saleh. Sebenarnya kita lebih berhak
khauf daripada mereka. Namun alangkah eloknya jika khauf kita bukan karena cuma
banyaknya dosa, tapi sebab beningnya hati dan ke sempurnaan ma’rifat.
Allah SWT
berfirman:
-
“Dan dari
mana saja kamu berangkat, maka palingkanlah wajahmu kea rah Masjidil Haram. Dan
di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar
tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di
antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.
Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.”
(QS Al-Baqarah 150)
-
“Sesungguhnya
mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik
Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah
kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imran 175)
-
“Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan
rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah
orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS An-Nuur 52)
Bagi mereka yang takut kepada Allah
SWT akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar.
Firman-Nya:
-
“Sesungguhnya
orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak Nampak oleh mereka, mereka
akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS Al-Mulk 12).
-
“Dan
adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran
Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka
sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (QS An-Naazi’aat 40-41).
-
“Balasan
mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘And yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap
mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi
orang-orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al-Bayyinah 8).
Kita harus meminta kepada-Nya agar
Dia menerima tobat kita. Bahkan kita meminta kepada-Nya agar hati kita
mempunyai keinginan untuk bertobat dan bukan hanya lisan kita saja yang
bertobat, sehingga kita tidak termasuk orang yang berkata, namun tidak berbuat,
mendengar tapi tidak menerima.
Bila kita mendengar nasihat, maka
kita menangis, namun bila datang waktu mengamalkan apa yang pernah kita dengar,
maka kita maksiat. Alamat kehinaan lebih besar daripada ini. Semoga Allah SWT
memberikan pertolongan kepada kita. Amin
ya robbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar