Siraman Rohani
Takut kepada Allah
SWT (2)
Oleh Aminuddin
Edisi Kedua
AL-HASAN dari Imran bin Hushain ra berkata, ketika kami di
tengah perjalanan bersama Nabi SAW, tiba-tiba turunlah ayat: “Yaa ayyuhannaasut
taquu robbakum, inna zalzalatas Saa’ati syai-un ‘adhiiim” (QS Al-Haj 1) (Hai
manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu
adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).”
Nabi pun SAW bertanya
: Tahukah kamu hari apakah itu?
Jawab mereka: Allah
SWT dan Rasulullah SAW yang lebih mengetahui.
Nabi SAW bersabda: Yaitu ketika Allah SWT berfirman kepada
Adam: Bangunlah dan siapkan bagian neraka dan bagian surga.
Adam bertanya: Ya Robbi, berapakah bagian neraka, dan berapa
pula bagian surga?
Jawab Allah SWT : Tiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh
sembilan bagian neraka dan satu bagian surga.
Ketika mendengar itu, semua sahabat langsung menangis.
Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Inni la’arju an takunu tsulutsa ahlil
jannati” (Sungguh saya mengharap semga kamu sepertiga penduduk surga).
Maka bertakbirlah sahabat.
Kemudian Nabi SAW bersabda:
Tiada terutus seorang nabi melainkan dari orang-orang jahiliyah. Jika
belum cukup diambil dari kaum munaafiqin.
Sedangkan perumpamaanmu di tengah-tengah umat bagaikan tanda
nomor di lengan binatang, atau bagaikan tahi lalat di punggung unta.
Lalu Nabi SAW bersabda:
Sungguh aku masih berharap semoga kamu dua pertiga penduduk surga.
Mendengar itu, bertakbir lagilah para sahabat.
Tsumma qoola : Inna ma’akum lakha liqa taini man kaanata fi
syai-in illaa katsu ratahu ya’juj wama’juga, wa man maata min kafaraatil jinni
wal insi (Sesungguhnya bersama kamu ini
ada dua makhluk. Keduanya jika berkumpul dengan siapa saja pasti melebihi
banyaknya Ya’juj dan Ma’juj serta orang-orang kafir dari jin dan manusia).
Abul Laits berkata : Saya telah mendengar ayahku berkata,
bahwasanya Handhalah berucap, ketika kami berada di tempat Nabi SAW, ia memberi
nasihat kepada kami nasihat yang sangat meresap sehingga hati lunak dan air
mata bercucuran dan kami pun menyadari diri.
Kemudian, kata Handhalah, saya pulang ke rumah dan
membicarakan dunia bersama isteriku sehingga lupa dengan suasana di majelis
Nabi SAW . Saya sadar kembali, lalu saya berkata kepada diri sendiri, sungguh
munafik aku ini ketika telah berubah perasaan lunak, takut dan sedih yang tadi
itu.
Kemudian saya keluar dan berseru:
Nafaqa Handhalah (telah menjadi munafik Handhalah).
Abu Bakar menyahutinya: Tidak. Tidak munafik engkau wahai
Handhalah.
Lalu saya, ujar Handhalah, berkata:
“Ya Rasulullah, kami tadi mendengar nasihatmu. Sungguh
meresap dalam hati dan bercucuran air mata serta menyadari. Namun ketika telah
kembali ke rumah dan membicarakan dunia dengan isteriku, aku lupa kepada
nasihatmu.”
Nabi SAW pun bersabda: “Ya Handhalah, innakum lau kuntum ala
tilkal halati lashaa fahat kumul malaaikatu fiththariqi, walazaaratkum fi
duurikum, waalaa farusyikum, walaakin ya Handhalah saalatan fasaa’ah” (Hai
Handhalah, andaikan kamu tetap dalam keadaan seperti itu, niscaya malaikat
turun ber jabat tangan denganmu di jalan-jalan dan berziarah kepadamu di
rumahmu serta tempat tidurmu. Tetapi memang demikian Hai Handhalah. Sesaat ingat
dan sesaat pula lupa).
Abul Laits berkata : Orang yang berbuat kebaikan, berhajat
kepada rasa takut dari empat perkara:
1.
Takut tidak diterima, sebab Allah SWT hanya
menerima dari orang yang benar-benar takwa.
2.
Takut riya’. Sebab, Allah SWT berfirman: “Wamaa
umiruu illa liya’budu Allaha mukhlishina lahuddiin.” (Mereka tidak diperintah
kecuali supaya menyembah kepada Allah dengan tulus ikhlas dan agama itu adalah
hak Allah).
3.
Takut dalam penjagaan keselamatannya. Karena
Allah SWT telah berfirman, siapa yang mem bawa hasanat maka ia akan mendapat
sepuluh kali lipat pahalanya dengan syarat hasanat itu harus sampai dibawa ke
akherat.
4.
Takut kehinaan dalam taat. Sebab, belum tahu
apakah tetap mendapat taufik atau tidak, karena firman Allah SWT : “Wamaa
taufiqi illa billaah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib” (Dan tidaklah tau fik
kecuali pertongan Allah kepada-Nya, saya berserah, dan kepada-Nya saya akan
kembali).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar