Minggu, 16 Juni 2019

Mang Kerio (134)

Mang Kerio (134)
Oleh Wak Amin




DI kebun binatang ...

"Sekarang Sinta buka ya tutup matanya. Siap ya Mam?"

"Ntar dulu. Ntar dulu. Calon laki kamu ada kan?"

"Ada Ma."

"Oke. Silakan dibuka penutup mata nya," kata Sinta sambil menoleh ke belakang.

Mang Kerio, Hasan dan Cek Leha harap-harap cemas. Masih penasa ran apa yang bakal terjadi kemu dian.

Sepotong kain penutup mata dibu ka pelan-pelan ...

"Sekarang buka matanya Ma."

"Oke."

Mata dibuka. Tapi kok enggak ada manusianya. Cuma kera, terus hari mau, burung dan menjangan.

"Kau ajak kemana Mama say?" Yu nita ngeri bukan main tengok ha rimau hilir mudik seolah tengah mencari mangsanya.

"Tenang Ma. Sekarang Mama te ngok ke belakang deh."

"Enggak mau ah. Ngeri Mama," kata Yunita sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.

"Ada Mang Kerio Ma," bisik Sinta.

"Ah yang bener say?"

"Tengok aja sendiri kalau Mama enggak percaya."

Yunita menoleh ...

Dia usap-usap bola matanya. Tak percaya kalau lekaki di depan ma tanya ini adalah Mang Kerio alias Zulfikar.

"Fikar?"

Zulfikar mendekat. Dia tak kuasa menerima pelukan dari Yunita. Di dekatnya, Hasan mencium tangan nya, disusul Cek Leha.

"Kita duduk dulu Ma." Sinta memilih taman kecil yang ada patung gajah nya.

Menggelar tikar, duduk bersila ber lima sambil mencicipi aneka kue yang sengaja dibawa Sinta untuk dikudap bersama-sama di kebun binatang ini.

Pengunjung mulai berdatangan ...

"Yun," ucap Mang Kerio. "Izinkan aku mau bicara kepadamu .."

Yunita mengizinkannya.

"Yun. Sebenarnya kedatanganku ber sama Cek Leha dan Hasan ini ..."

Mang Kerio tak sanggup melanjut kan ucapannya.

Yunita penasaran.

"Mau ngomong apa, asal itu kamu, Fikar, silakan. Aku tak keberatan."

"Terima kasih Yun."

Mengatur nafas sejenak ..

"Aku ingin menjodohkan anakku Hasan dengan Sinta, anakmu Yun, jikau kau berkenan ..."

Yunita terkejut.

Jatuh pingsan ia ..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar