Senin, 24 Juni 2019

Peluk Aku Ya Allah (29)

Peluk Aku Ya Allah (29)
Oleh Wak Amin


"MENGHABISI Jenderal Bais," kata Jenderal Fatoni. Berharap rekannya  sesama jenderal ini tidak asal me ngiyakan.

Ha ha ha ...

"Itu masalah kecil Jenderal. Beres la pokoknya."

"Kecil katamu Jenderal Komar?"

"Ya betul sahabat. Apa sulitnya. Dia tampak, kita tembak. Mati. Selesai tugasku kan sahabat?"

"Oke. Aku pegang kata-katamu Jenderal Komar."

"Kamu juga Jenderal. Aku pegang kata-katamu untuk menghabisi Jenderal Mansur."

"Oke Jenderal.

Kedua pasukan mulai bergerak je la ng pagi. Hari masih gelap. Ada dua pasukan. Pasukan berkuda dan pa sukan jalan kaki.

Kedua pasukan memililki tujuan sa ma, yakni memukul mundur dan me mbabat habis pasukan peme rintah dan pasukan pribumi.

Caranya mungkin berbeda. Karena lebih cepat bisa sampai ke sasar an, pasukan berkuda diharapkan mampu membuat kocar-kacir pasu kan lawan dengan pedang, anak pa nah dan senjata api.

Sedangkan pasukan jalan kaki diha rapkan menjadi pasukan berlapis, melakukan pengurungan dan men cegah pasukan lawan untul mela rikan diri.

Pasukan berkuda terbagi dua. Ber kuda satu dan berkuda dua. Berku da satu dipimpin Jenderal Komar, sedangkan Jenderal Fatoni mengo mandoi pasukan berkuda dua.

Bagaimana dengan pasukan ber jalan kaki?

Juga ada dua. Pejalan kaki satu dan pejalan kaki dua. Pasukan pejalan kaki satu dipimpin Letnan Subki, Kapten Andre dan Kolonel Topan.

Sementara pasukan pejalan kaki biasa dua dipimpin Mayor Kandar,  Kapten Sambas, Letnan Bagus dan Mayor Tolib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar