Jumat, 06 September 2019

Bola Pingpong (13)

Bola Pingpong (13)
Oleh Wak Amin




DI ujung pasar ...

Piiiin ...

Piiiin ...

Maria masih berdiri di depan ruko pinggir jalan. Dia baru saja belanja dan tengah menunggu opelet untuk pulang ke kediamannya.

Di seberang jalan mobil berhenti. Se orang lelaki berkacamata hitam tu run dari mobil. Dia bermaksud me nyeberang dan menawarkan tum pangan kepada Maria.

Syiiiit ...

Sebuah opelet berhenti. Maria naik dan Mr Ford gigit jari.

Terlambat beberapa detik ...

"Terpaksa deh gue susul."

Mr Ford terus menguntit opelet ya ng ditumpangi Maria dari belaka ng. Selain Maria, ada lima penum pang lain di dalam opelet.

Mobil berhenti di halte. Dua penum pang turun. Saat Mr Ford turun dari mobil, saat itu pulalah Maria meli hatnya.

"Kenapa laki-laki gatal itu ngikuti gue ya?" Tanya Maria dalam hati.

Penasaran dibuatnya ...

Ketika mobil berhenti lagi di halte berikutnya, penumpang berjubel na ik, Maria menyelinap turun tanpa sepengetahuan sopir opelet.

Dia bergegas mendelakati seorang pengemudi bentor. Tak menawar la gi. Langsung naik dan bentor pun berangkat.

Maria lega karena Mr Ford tak keli hatan lagi batang hidungnya.

"Moga-moga seterusnya," ucap Ma ria sesaat setelah turun dari bentor dan berada di depan rumahnya.

Dia kenakan kacamata hitam. Am boi cantiknya.

Dia buka pintu pagar. Berjalan ce pat menuju teras rumahnya ...

"Ok ooo. Ini tempatnya," kata Mr Fo rd setelah melihat Maria membuka pintu rumahnya.

Gede juga sih ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar