Senin, 09 September 2019

Bola Pingpong (17)

Bola Pingpong (17)
Oleh Wak Amin




JELANG tengah malam ...

Anak buah Bos Arpan mulai berak si. Turun dari mobil boks, Mark dan kawan-kawan berhasil menyelinap masuk ke rumah sakit setelah ber hasil melumpuhkan petugas keama nan dengan tangan kosong.

Sesampainya di depan sal paling depan, Mark dan ketiga rekannya baru melepaskan tembakan. Tiga petugas berhasil dilumpuhkan.

Tewas di tempat ..

Termsuk juga para perawat, yang sempat berteriak minta tolong, ha rus jatuh tersungkur terkena timah panas

"Itu salnya Mark, bukan ini." Kata Robert, menunjuk ke kanan. Sebe lah kiri khusus lansia.

Praaak ...

Guarrr ...

Pintu ditendang. Tapi pasien yang bernama Maria sudah tidak ada la gi.

"Kita berpencar sekarang!" Perintah Mark. Marah besar karena merasa telah dipermainkan.

Setiap sal dimasuki, Maria yang di cari tetap tak ketemu juga. Meja, kursi dan fasilitan lain seperti tele pon dan pendingin ruangan dirusak dengan cara ditembak.

Mark berhasil memergoki seorang perawat yang bersembunyi di balik pintu sal paling ujung. Sangat keta kutan.

Mark menarik paksa si perawat ya ng menjerit minta tolong menuju sal tempat Maria dirawat.

"Cepat katakan dimana pasien nya?" Bentak Mark.

"Saya tidak tahu Tuan."

Aaaaach ...

Plak ... plak ...

Kena tampar. Keras sekali sampai si perawat jatuh tersungkur.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar