Sabtu, 14 September 2019

Bola Pingpong (22)

Bola Pingpong (22)
Oleh Wak Amin




BEBERAPA saat berada di dalam air, si hiu nongol. Lalu mendekat ke kapal motor.

Ujang meludah ...

Dia terkejut, lalu berteriak ...

"Hiu ... Hiu Bos." Bos Rahmat dan Syukur yang asyik ngobrol bergeg as ambil senjata yang ditaruh da lam tas rangsel.

Bersiap menembak ...

Hiu kian mendekat ...

"Pak Taslim. Cepat naik," kata Uja ng sambil memukul-mukul buritan kapal agar didengar Pak Taslim.

Buaaar ...

Pak Taslim nongol dari dalam air. Dia katakan mesin tidak rusak. Ha nya keganjal sampah laut.

"Sekarang sudah oke."

"Bukan itu. Ada hiu. Cepat naik. Cepatlah Pak."

Dooor ...

Dooor ...

Tembakan Rahmat dan Syukur membuat hiu menyelam dan tidak tam pak di permukaan air.

"Pak Taslim. Pegang tangan saya," kata  Ujang.

Tadinya sudah berada di atas ka p al, tapi karena oleng tiba-tiba saat Rahmat dan Syukur seolah berlom ba menembak si hiu, jatuh lagi ke dalam air.

"Alhamdulillah," ucap Pak Taslim ke mudian.

Air lautab berubah tenang beberapa saat setelah si hiu menghilang dari penglihatan.

Namun setelah itu ...

Nongol tepat di bawah kapal mo tor. Terpental ke atas. Bagian te ngah berlobang ..

Kraaaak ...

Tampak serpihan kapal motor jatuh ke air. Berserakan dibawa air pasa ng

Sedangkan Bos Rahmat, Ujang, Syu kur dan Pak Taslim secara bersa maan jatuh ke dalam air.

Gejeduuuum ...

Buaaaar ..

Hiu mendekat saat keempatnya no ngol ke permukaan air ...

Ahaaa ...

Jadi santapan si hiu dan beberapa ikan monster yang datang kemu dian secara berombongan.

                        *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar