Senin, 20 Desember 2021
Mari Kita Berdagang (9)
Mari Kita Berdagang (9)
Oleh aminuddin
ID pub-8800179315466420
Rahasia Kesuksesan Siti Khadijah
- RAHASIA pertama: Keimanan yang kokoh dan spiritualitas yang tinggi
Kata Rasulullah SAW: " Iman itu ada 70 tingkatan, yang paling tinggi ialah ucapan tiada Tuhan selain Allah dan yang paling rendah ada lah menyingkirkan bahaya dari jalanan”.
Orang yang bertaqwa itu orang yang kuat batin dan jiwanya sehingga tidak pernah gentar menghadapi hidup.
Ia akan percaya sepenuhnya pada Allah SWT, dan hanya menaruh ha rapan kepada-Nya, Ia juga tidak mu dah putus asa karena percaya Allah selalu menyertainya.
"Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia bersmayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu dimana saja kanu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Hadiid 4).
Orang yang beriman juga akan men dapatkan rasa aman karena keyaki nan bahwa ia hanya bersandar ke pada Allah SWT, dan di sisi Allah semua pasti terkendali.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai masa depan. Hal seperti ini yang dirasakan Nabi Ibrahim ke tika dicela kaumnya karena beri man kepada Allah, seperti terpateri dalam QS Al-An’am 81-82:
"Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sen diri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk memperse kutu kan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka) jika kamu mengetahui."
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Iman juga menyebabkan seseoarang jadi PeDe alias “Percaya Diri”. Dalam ilmu psikologi dijelaskan bahwa kepercayaan diri adalah pangkal dari kesehatan jiwa.
Ia juga akan mebuat penampilan yang simpatik, toleran, bersahabat, damai, dan tidak mudah tersinggung.
Iman dan tauhid akan mengantarkan seseorang pada keyakinan bahwa harta benda yang dimilikinya adalah milik Allah. Ini akan membawa pada sikap dermawan.
Iman dan tauhid juga akan menjauhkan seseorang dari segala bentuk eksploitasi manusia, riba, pencurian, penipuan dan lain sebagainya.
- Rahasia kedua: Mentalitas Wirausaha
Ternyata wiraswasta dan wirausaha itu beda!
Michael Garner dalam bukunya Entrepreneur Myth menyatakan ada 3 tipe pelaku usaha:
Pertama, tipe teknisi yakni menja lankan bisnis berdasarkan hobi, sehingga dia paling mengerti pekerjaan teknis.
Makin maju usahanya ia akan se makin disibukkan dengan hal tek nis dan akhirnya ia terjerat dalam situasi dimana semua hal bergan tung padanya.
Pebisnis tipe ini adalah owner seka ligus karyawannya. Semakin ber tambah pembantu semakin repot pekerjaan sehari-harinya.
Kedua, tipe manajer. Dia pemililik sekaligus manajer. Tipe pembuat rencana jitu. Matang sebelum bertindak dan selalu melakukan evaluasi rutin.
Struktur organisasi disusun rapi. Mereka penuh pertimbangan. Ar tinya banyak melakukan rapat. Ma kin maju bisnisnya makin banyak rapat. Makin banyak karyawannya makin banyak rapat.
Ketiga, tipe entrepreneur. Inilah pe bisnis yang business owner yang sebenar-benarnya. Ia menjabat se bagai pemilik skaligus direktur uta ma yang tugas utamanya adalah memotivasi karyawannya, menjalin hubungan baik dengan pelanggan, jaringan dan lain-lain.
Senan tiasa berpikir ke depan, vi sioner. Oleh karena itu, makin ber kembang usahanya makin sedikit mengerjakan hal teknis.
Nah, jika dilihat dari ketiga tipe ini, Siti Khadijah adalah tipe yang ke ti ga. Karena meskpun sederhana, ia telah menunjukkan seorang entre preneur sejati.
Misalnya dia lebih suka mendele gasikan tugas kepada orang lain, pandai bernegoisasi ketika mena warkan pekerjaan pada Nabi Muhammad SAW.
- Rahasia ketiga: Punya modal dan pandai mengelolanya
4. Rahasia keempat: Punya kemampuan merekrut karyawan dan menjalin mitra bisnis
Modal Khadijah yang ia dapatkan dari suami dan keluarganya yang pedagang tidak pernah didiamkan begitu saja.
Khadijah kreatif dalam berpikir dan menjalankan uang supaya selalu bergerak dan produktif. Ia tidak su ka uang yang ditimbun dan tidak manfaat.
Khadjah pernah tercatat menginvestasikan modalnya dari warisan suaminya kepada ayahnya dengan sistem bagi hasil.
Tidak ada bukti dan catatan sejarah mengenai berapa dan siapa saja karyawan Khadijah. Yang ada ha nya beberapa mitra Khadijah dari kalangan Quraisy.
Dalam memilih mitra bisnis, Kha dijah memasang kriteria: kejujuran, tanggung jawab, dapat dipercaya. Ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan kesselamatan barang-barang dagangannya.
Khadijah memiliki standar upah yaitu dua ekor unta muda untuk seorang pemuda mitra bisnisnya. Standar maksimumnya adalah 4 ekor unta. Standar maksimum di berikan untuk orang yang paling terkenal integritas dan kejuju rannya.
Dalam memilih karyawan, Khadijah juga menerapkan proses wawancara seperti yang ia lakukan kepada Rasulullah SAW serta mengajukan kontrak di awal.
Dalam dunia usaha sendiri ada 6 kriteria yang dinilai berdasarkan wawancara yaitu capability, capa city, character, commitment, creati vity, dan compatibility.
- Rahasia kelima: Suka berderma
Suatu hari datanglah Halimah Sya’ diyah ke rumah Khadijah. Khadijah begitu menghormati Halimah seba gai Ibu Susu suaminya Nabi Mu hammad SAW sehingga Halimah menjadi tamu istimewa.
Halimah menceritakan kondisi kam pung halamannya yang ditimpa ke melaratan dan kekeringan. Ketika pulang, Khadijah membekali Hali mah dengan seekor unta dan em pat puluh ekor kambing.
Subhanallah..
Khadijah juga sangat penyayang terhadap anak-anak. Betapa ia membesarkan anak-anaknya de ngan penuh kasih sayang.
Tidak hanya itu, ia pun mengasuh Ali bin Abi Thalib yang kelak menja di suami anaknya Fatimah. Ia juga mengasuh seorang budak yang bernama Zaid bin Haritsah.
Saat Rasulullah SAW dan Bani Ha syim diboikot oleh kaum Quraisy, Khadijah tetap setia mendampingi nabi dan justru membantu orang-orang yang terisolasi akibat boikot tersebut.
Pahala orang yang berderma telah banyak diungkapkan Allah SWT di dalam Al-Quran. Misalnya pada QS Al-Baqarah 261 :
"Perumpamaan orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah seperti dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) dan maha Mengetahui."
- Rahasia keenam: Berani mengam bil keputusan dan membaca pelu ang
Saat mengutus Muhammad SAW berdagang ke Syam, Khadijah sama sekali tidak punya jaminan bahwa Rasulullah sudah berpengalaman berdagang ke luar negeri.
Tercatat sebelumnya Rasulullah SAW hanya sekali pernah ke Syam, ketika bersama pamannya Abu Thalib.
Ini tentu resiko di satu sisi, namun Khadijah memiliki analisa dan fira sat yang tajam mengenai Rasulul lah, mitra dagangnya.
Bukti kedua Khadijah berani me ngambil keputusan adalah ketika memutuskan untuk meminta dinikahi oleh Muhammad.
Khadijah berhasil menghancurkan tradisi Arab yang memandang wa nita itu hanya boleh menunggu untuk masalah jodoh.
Khadijah juga memutuskan hal ya ng tepat ketika menolak lamaran orang-orang Quraisy yang hanya mengharapkan kekayaannya.
- Rahasia ketujuh: Pandai memba ca pasar dan target pasar
- Rahasia kedelapan: Stabilitas keamanan kota Mekah dan letaknya strategis untuk iklim usaha
Kondisi pasar di Mekkah pada masa Khadijah sangat baik. Mek kah terletak di tempat yang stra tegis yaitu di garis lintang antara Yaman dan Syam serta dekat dengan Laut Tengah.
Posisi Mekkah tepat di tengah Jazirah Arabia, sehingga tidak sulit bagi orang-orang Mekkah mencapai daerah lain, dan sebaliknya.
Di Mekkah ada Baitullah tempat melakukan ibadah haji. Sehingga setiap tahun selalu ramai dikunju ngi kabilah-kabilah arab yang berha ji.
Ini tentu menambah devisa dan pa sar bagi para pedagang. Di Mekkah juga terdapat pasar besar yang per manen seperti pasar Ukaz dan Dzul Majaz.
Nabi Ibrahim AS pernah berdoa yang terprasastikan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah 126 :
" Tuhanku, jadikan negeri ini (negeri yang) aman sentosa, dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka, kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “dan kepada sapa yang kafir Kusenangkan sedikit, kemudian aku paksa mereka menuju siksa neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali..”
Keberkahan kota Mekkah tidak ter lepas dari doa Abul Anbiyya ini.
Ketika pasukan Abrahah hendak menghancurkan Mekkah, Allah Sang Pemilik Rumah Suci ini se gera menghancurkan mereka se perti diabadikan dalam QS Al-Fiil 1-5:
"Apakah kamu tidak memperhati kan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk meng hancurkan Ka'bah) itu sia-sia?
Dan Dia mengirimkan kepada me reka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yng terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)".
Masyarakat Quraisy terbiasa mela kukan perjalanan dagang pada mu sim panas dan musim dingin (se perti diabadikan dalam QS Al- Quraisy 1-4:
" Karena kebiasaan orang-orang Quraisy (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka'bah). Yang telah mem beri makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan menga mankan mereka dari ketakutan".
Keuntungan mereka yang didapat selalu dibagi rata. Apa yang di pero leh si kaya diperoleh dalam kadar yang sama pula oleh si miskin.
Sikap gotong royong ini yang menjadikan Allah SWT mengaba dikan kisahnya dalam Al-Quran.
Orang-orang Quraisy sangat meng agungkan dan melindungi Ka’bah sehingga Ka’bah senantiasa dalam keadaan yang aman.
Selain itu, penduduk Mekkah selalu mendapat keuntungan dengan ke datangan jamaah haji setiap tahunnya.
Selain aman, Mekkah juga sejah tera sebagaimana doa yang dipan jatkan oleh Nabi Ibrahim AS.
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
___
https://birdofpassages.wordpress.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar