Minggu, 26 Desember 2021

Novel Sayonara (9)

Novel Sayonara (9) 
Oleh Aminuddin 

ID : Pub-4876570404296850

 DI luar ruangan ... Ameng dan Amung singgah di warteg tak jauh dari tempat mereka bekerja. Kebetulan lagi sepi. Jadi lebih nya man melahap sayur lontongnya yang terkenal sangat enak itu. Ten tu ditemani air putih dan air kopi kental susu manis. "Tak usah bingung lah kau," kata Ameng. Tak tega dia melihat Amung bersedih. "Aku punya ide Mung. Mau enggak kamu dengar ideku itu?" "Pentingkah itu?" Amung balik bertanya. Sambil mengaduk-aduk air kopi, Ameng mengusulkan andaikata mereka berdua nanti tak berhasil menemukan Awal cs, "Kita bilang saja begini ..." Menghirup air kopi. Menyulut rokok. Dihisap dalam-dalam. Nikmat ... Amung mencicipi kuwah lontong yang baru saja terhidang di atas meja. Sedaaap ... "Teruskan bro," punya Amung sam bil mengecap kuwah lontong ber santan itu. "Kita bilang sama bos, kita terpaksa membunuhnya. Kan beres. Tul enggak? "Mayatnya gimana?" "Kita lempar saja ke sungai. Habis perkara." Menghirup kuwah lontong. "Aku yakin bos marah." Menurut Amung, Aliong itu bukan orang bodoh. Gampang dibohongi. Dia orang cerdas dan cukup berpe ngalaman dalam hal bunuh mem bunuh tingkat tinggi. "Kenapa mesti marah. Beliau kan suruh kita menemukan Bang Awal cs. Ketemu memang. Tapi saat ke temu kita bilang saja ada kontak senjata, jadi terpaka menembak mereka. Daripada ketangkep dan mereka mengaku saat diinteroga si, kan berabe kita, terutama Sang Bos. Betul tidak?" "Kalau bos tetap tak percaya gimana, ayo ...?" "Apa alasan beliau tidak percaya kita. Kan tidak ada saksi. Selain kita berdua, kecuali kalau .." Batuk-batuk karena terlalu dipaksa kan menghisap rokok. Tak ada je da lagi. Biasa kalau sudah kecanduan ro kok. Bisa sakit kalau tidak mero kok dalam sehari. "Kalau salah satu dari kita berkhi anat," jelas Ameng. Amung terdiam. "Tapi aku yakin kepadamu bro. Ka mu orangnya jujur. Loyal dan setia. Kerja keras dan setia kawan. Jadi ya aku yakin kamu pasti tak akan berkhianat." "Kalau dibalik?" "Dibalik gimana?" "Ternyata kamu yang berkhianat. Apa yang harus saya lakukan?" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar