Oleh aminuddin
ID : Pub-4876570404296850
Nasehat Darnuji
MENURUT Syekh Darnuji, ada enam kunci utama seorang pelajar/santri meraih kesuksesan sejati dalam belajarnya.
- Kunci pertama: Dzukain (sifat cerdas).
Semua murid sebagai manusia ciptaan Allah SWT telah di bekali akal dan hati dengan segala potensinya.
Seorang murid yang cemerlang akan memanfaatkan kecerdasan itu dengan semaksimal mungkin selama belajar, sehingga secara sempurna meraih dan memiliki kecerdasan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosinal.
- Kunci kedua : Hirsin (sifat rasa ingin tahu).
Maksudnya adalah santri harus memiliki sifat selalu kurang dan selalu ingin menutupi rasa kurang tersebut dengan belajar (mutholangah).
Dengan demikian seorang santri ha rus selalu merasa dan menyadari dirinya belum bisa yang dalam ba hasa jawanya grangsang, yakni murid harus memiliki sifat selalu kurang dan selalu ingin menutupi kekurangan tersebut dengan cara belajar.
Dengan demikian , seorang murid tidak pernah merasa puas dalam belajar dan menuntut ilmu dalam berbagai bidang.
Seorang murid harus selalu yakin bahwa semakin lama belajar ten tang suatu ilmu maka ilmu itu se makin luas, dan merasa masih sangat sedikit ilmu yang diperolehnya.
Maka, tak salah bila ada pepatah mengatakan “Di atas langit masih ada langit”, dan seorang murid harus percaya dengan firmanNYA: “Subhanaka la ‘ilmalana illa ‘allamtana”.
Ilmu Allah SWT sangat luas dan tidak terbatas. Karena itu , kewaji ban seorang santri adalah selalu berupaya belajar dan mencari ilmu seluas-luasnya.
- Kunci ketiga: Wastibarin (sungguh-sungguh dengan penuh sabar).
Dengan sifat sungguh-sungguh seorang murid pasti akan mencapai tujuan dalam belajarnya.
Kesungguhan dan keteguhan hati menjadi modal dan penyemangat dalam setiap detik proses belajar seorang murid.
Belajar, menurut para ahli, adalah proses mengalami dengan ditandai perubahan pada diri seorang.
Maka, dengan sifat kesungguhan ini seorang murid akan meraih dan merasakan beban yang luar biasa dalam dirinya dalam waktu tertentu.
Namun, kesungguhan dan keteguhan ini akan lebih sempurna bila disertai dengan kesabaran.
Artinya, seorang dalam proses bela jar harus sungguh sungguh dan te guh hati, tetapi diikuti dengan sifat sabar.
Karena sifat sabar akan senantiasa membimbing hati, baik dalam ke berhasilan maupun kegagalan bela jar.
Seandainya gagal pun, dengan sifat sabar si murid tidak akan putus asa dalam belajar.
- Kunci keempat: Wa Bulghotin (adanya bekal).
bekal yang dimaksud di sini adalah bekal berupa berbagai kebutuhan dan sarana yang diperlukan untuk menunjang proses seorang murid dapat belajar dengan mudah dan lancar.
Tentu setiap murid memiliki perbe daan dalam hal ini, karena sangat tergantung pada kemampuan seti ap murid dan wali murid serta fasilitas yang disediakan oleh lembaga penyelenggara pendikan.
Sesuai dengan situasi dan kondisinya, seorang murid sudah semestinya memanfaatkan fasilitas yang dimilikinya dan yang tersedia untuk mendukung kesungguhan dalam belajarnya.
- Kunci kelima: Wa Suhbati Ustadzi (Dekat dengan guru).
Mengapa dekat dengan guru menjadi kunci sukses belajar?
Ya, karena mereka adalah hamba hamba Allah SWT yang telah diberikan ilmu dan hidayah yang menjadi motivator (penyemangat) dan fasilitator (perantara) serta transformator (pewaris ilmu) untuk diikuti murid.
Para guru dan mereka semua yang telah menyalurkan ilmunya kepada generasi seterusnya adalah pewaris Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, seorang murid akan berhasil meraih ilmu yang berman faat apabila ia bersikap tawadhu’, hormat, dan taat serta dekat deng an guru.
Kedekatan itu semata-mata ingin meraih ilmu yang bermanfaat dan selanjutnya diamalkan dalam kehi dupan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akherat.
- Kunci keenam : Wa Tuli , Zamanin (perlu waktu lama untuk belajar).
Belajar adalah proses mencapai tujuan atau cita-cita yang diingin kan murid, dimana ia pasti perlu waktu yang cukup untuk sampai pada tujuan itu.
Karena itu, setiap murid harus menyadari dari awal tentang perlunya waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar