Rabu, 22 Desember 2021

Sukses Bersama Kami (19)

Sukses Bersama Kami (19) 
Oleh aminuddin 
ID : Pub-4876570404296850


 Ada banyak orang cerdas yang tidak merasa percaya diri. Mereka membunuh kariernya karenya kurangnya kesadaran diri dan keterampilan sosial. Keterampilan sosial dan kesadaran diri adalah bagian dari masalah ke cerdasan emosional. Mereka yang kurang memiliki kecerdasan emo sional berada pada posisi yang ti dak menguntungkan. Berikut tipe-tipe orang dengan ke cerdasan sosial rendah sehingga tidak bisa sukses dalam pekerjaan seperti disarikan dari Business Insider. - Pengecut Ketakutan adalah motivator yang sangat kuat. Di tempat kerja, orang-orang diatasi oleh rasa takut meng gunakan perilaku yang tidak rasio nal dan merusak. Rekan-rekan pengecut dengan ce pat menyalahkan orang lain dan un tuk menutupi kesalahan penting, dan mereka gagal membela apa yang benar. - Sombong Orang sombong membuang-buang waktu anda. Mereka melihat segala yang dilakukan rekan kerjanya seba gai tantangan pribadi. Biasanya orang sombong justru me nunjukkan kinerja yang lebih buruk dari rekan kerjanya. Mereka punya masalah kognitif. Namun, dia akan menunjukkan sikap sombong untuk menutupi rasa tidak aman dan nyaman di kantor. - Cepat berubah Orang yang cepat berubah biasanya tidak tahan dengan proyek jangka panjang. Begitu usaha dianggap gagal, mereka langsung menyerah. Bahkan, beberapa di antaranya memilih langsung pindah kerja saja karena tidak tahan tekanan. Padahal, rekan kerjanya mau beru saha, bekerja keras, dan meraih kesuksesan. Akhirnya karier dari orang yang cepat berubah terting gal dari rekan-rekannya. - Temperamental Beberapa orang tidak memiliki ken dali atas emosinya sama sekali. Mereka akan menyerang rekan ker ja demi melampiaskan perasaan emosi. Mereka berpikir harus ada kambing hitam yang bisa disalahkan atas suatu kegagalan. Orang-orang temperamental me nunjukkan kinerja yang buruk ka rena mendahulukan emosi diban dingkan logika. Mereka menilai sesuatu berdasarkan perasaan fan bukan perhitungan. Sifat emosional juga bisa merusak hubungan dengan rekan kerja dan atasan sampai memutus jaringan. - Korban Orang yang menempatkan diri sebagai “korban” di kantor sulit diidentifikasi. Pada awalnya anda berempati dengan masalah mere ka. Tapi, seiring berjalannya waktu, an da mulai menyadari bahwa mereka terlalun sering mengeluh dan mem biarkan diri terpuruk. Para korban secara aktif menghin dari tanggung jawab pribadi. Mere ka merasa tugas yang diberikan kepadanya terlalu berat. Mereka tidak melihat masa-masa sulit se bagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. - Mudah tertipu Anda pasti tidak merasa kasihan de ngan tipe orang yang mudah terti pu. Mereka adalah orang-orang ya ng menganggap dirinya berguna karena bekerja sejak pagi hingga larut malam, dan bahkan di akhir pekan. Orang yang mudah tertipu, biasa nya pegawai baru, hanya mengikuti arus, tanpa mengungkapkan keingi nan sendiri. Padahal, setiap pegawai punya hak untuk menuntut gaji lebih besar atau uang lembur saat sudah bekerja keras. Sebab, pegawai bukan pekerja paksa. Saat pegawai bisa punya daya tawar terhadap atasan dan perusahaan, maka akan mendapat penghormatan. - Peminta maaf Biasanya, orang yang kurang perca ya diri akan selalu meminta maaf atas gagasan dan tindakan yang di lakukan. Mereka takut gagal dan percaya bahwa meminta maaf akan membuatnya selamat. Jika Anda selalu merasa rendah diri, maka orang lain juga tidak akan memercayai anda. Maka, seharusnya setiap gagasan diung jkapkan dengan lantang dan yakin. 


 _____ 

Qerja.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar