Tausiyah
Empat Langkah
Membangun Keluarga Sakinah
Oleh Aminuddin
Menurut Syaikh ‘Abdussalam Abu Fadhl dalam kitabnya yang
terkenal, ‘ Ibad ar-Rahman (Mereka yang Dicintai Allah),
ada empat langkah membangun keluarga sakinah.
-
Pertama,
menikahi isteri yang salehah
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah
menikah dengan memilih calon isteri yang berasal dari keluarga saleh.
Rasulullah SAW memberikan tuntunan dalam memilih calon pendamping hidup dengan
sabdanya:
“Wanita
dinikahi karena empat hal hal, hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan
agamanya. Maka utamakanlah agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR
Bukhari dan Muslim).
“Barang
siapa menikahi wanita karena harta dan kecantikannya, niscaya ia tak akan
mendapat kan harta dan kecantikannya, dan barang siapa menikahi wanita karena
agamanya, niscaya Allah SWT akan mengaruniakan kepadanya harta dan kecantikan
wanita itu.” (HR Thabrani).
-
Kedua, menghindarkan
diri dari lingkungan yang tidak baik
Ini adalah langkah kedua setelah langkah
pertama mencari pasangan salehah dari keluarga yang saleh. Tidak cukup
seseorang mencari pasangan hidup dari garis keturunan yang baik. Tetapi bu tuh
usaha lebih lanjut untuk membangun keluarga yang baik, yaitu menghindari dari
segala ma cam faktor dan stimulus yang mengarah pada keburukan.
Sabdanya:
“Barang
siapa mengikuti perilaku suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.”
(HR Abu Daud dan Ahmad).
Cara yang ditawarkan Rasulullah SAW sangatlah sederhana, yaitu janganlah
mencontoh perila ku orang lain yang buruk. Apabila mencontoh mereka yang buruk, maka kita akan ikut buruk.
Sebaliknya, mencontoh perilaku yang baik akan membuat kita berperilaku yang
baik pula.
Seorang ulama berkata: “Belajarlah dan ajari
(perkara agama) seluruh keluargamu dan malulah
karena ketidak-tahuan mereka dan ketidaktahuan dirimu.”
-
Ketiga, menanamkan visi ukhrawi dalam keluarga
Visi ukhrawi membuahkan kemuliaan, baik di
dunia maupun di akherat. Kemuliaan ini adalah target dan tujua utama umat
Muslim yang ingin menjadi kekasih Allah.
Imam Abu Hasan as-Sadzili mengatakan dalam
doanya: “Ya Allah, kami memohon kemuliaan du nia dan akherat sebagaimana jalan
yang dilalui oleh nabi-Mu panutan kami Nabi Muhammad SAW. Kemuliaan dunia adalah keimanan dan makrifah,
kemuliaan akherat dengan bertemu dan memandang Engkau, karena sesungguhnya
Engkau Zat Yang Mahadekat lagi Maha Mengabulkan doa.”
Tanpa visi ukhrawi, sebuah keluarga dapat
terjerumus ke dalam jurang kesesatan, lebih bodoh daripada binatang, dan lebih
hina dari sesuatu yang hina. Sebaliknya, bilamana visi ukhrawi su dah tertanam
kuat, maka kebahagiaan abadi, baik di dunia dan keluarga, baik di dalam jiwa
mau pun anggota keluarga, akan segera kita raih.
Sesuai dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya
beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang
yang mengotorinya.” (QS Asy-Syams 9-10).
“Dan
adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
kei nginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (QS an-Naazi’aat 40-41).
-
Keempat,
menetapkan kriteria agama untuk calon menantu
Langkah keempat untuk membangun keluarga
bergantung pada pihak keluarga besar, sebelum pernikahan dilangsungkan. Bagi
pihak keluarga yang anak-anak mereka dipinang sebelum perni kahan, maka
kesalehan dan kepribadian mulia adalah kriteria utama dalam diri calon menantu.
Ingatlah, kemuliaan akhlak harus dijadikan
standar menantu, jangan materi yang banyak.
Firman-Nya: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan
orang-orang yang layak (membina rumah tangga) dari para hamba sahaya kamu yang
laki-laki dan para ham ba sahaya kamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah
akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya)
lagi Maha Mengetahui.” (QS an-Nur 32).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar