Jumat, 21 April 2017

Kumpulan Puisi (3)





KUMPULAN PUISI  (3)
By  Wak Amin


Puisi  I

Miwah River
(dalam suatu penerbangan di rimba Geumpang)
Karya Doel CP Allisah

(1)
ADA bias memantulkan wajahmu
di kelindapan batu-batu purba
aku pun melayang atas dadamu
yang menyimpan kelu di daun-daun
betapa anggunnya engkau
menyapaku suatu pagi

(2)
Suatu saat aku pasti kembali (dalam angin-Mu)
sekalipun belum kutahu pasti sebabnya
namun itulah akhir jalanku
karena engkau ada di sana
dibalut sunyi-Nya

(3)
Pada diammu
beberapa roh kembali ke asalnya
kalah oleh arogansi dan mesiu!

(Juni, 1995)


Puisi II

Angin Pagi
Karya Hasbi Burman

ANGIN pagi sekali ini
mimpi semalam bercanda di pucuk ingatan
karena malamlah malam yang menunda segalanya
walau sekali-sekali mata mengedip
pada pucuk nyiur di sebuah etalase
 angin pagilah
kadang telanjang pada romanku
kusam menghempas pada romannya

Angin pagi sekali ini
angin yang hadir di antara hujan
bias-bias kabut lalu disekanya
dengan selendang masa silam

angin pagi sekali ini
angin yang berhembus di sela pegunungan
bergulat dengan hujan dari laut
entah kehadiran sekali ini
yang berkas-berkasnya hanyut ke teluk
lewat arus deras kuala hati

(KOTA K, 19-11-1994)


Puisi III

Di Jalan Penuh Gelagat
Karya Syarifuddin Aliza

ORANG-orang yang lalu-lalang di sini
hanya meninggalkan dosa-dosa
dan benih cinta pura-pura

(BANDA ACEH, 1988)



PUISI  IV

Dari Sebuah Bukit
Karya Arafat Nur

AKU melewatinya
ketika angin dan gerimis melanda di luar musim
mengiringi guguran daun-daun di bukit itu
dalam gamang dan menggigil
tercium bau amis dari balik timbunan
yang rapat terpendam
menyimpan segala peristiwa dengan rapi
tentang sebuah pembantaian
dan kini bukit itu telah sepi
dalam hening yang sunyi
penduduknya pergi
dan mati

(Meureudu, September 1998)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar