Kemiskinan (1)
Oleh aminuddin
ALMARHUM Prof Dr Hamka mendefinisikan kemiskinan sebagai tidak terpenuhinya hajat dan keperluan dengan banyak.
Atau .."Tidak adanya sesuatu apa pun juga yang dipunyai guna memenuhi kebutuhan yang diperlukan," kata Imam Abu Hanifah.
Sementara Ibnu Syaltut berpendapat kemiskinan adalah ketidakmampuan
dalam berusaha dan bekerja tanpa harus memperlihatkan kekurangannya
sebagai orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan yang diper lukan.
"Kemiskinan adalah terpenuhinya kebutuhan hidup yang diperlukan berupa
harta atau usaha sebanyak seperdua dari kecukupan atau lebih tapi tidak
sampai mencukupi," ujar Imam Syafi'i.
Lebih jauh SAR A Levitan memaknakan kemiskinan sebagai kekurangan
barang-barang dan pelayanan-pe layanan yang dibutuhkan dalam mencapai
standar hidup yang layak.
"Kemiskinan adalah ketidak-sanggupan untuk mendapatkan barang-barang
dan pelayanan-pelayanan yang memadai guna memenuhi berbagai kebutuhan
sosial yang terbatas," kata Bradely R Schiller.
_____________________________
- Sar A. Levitan, 'Programs in Aid of the Poor the 1980's Policy Studies
in Employment and Welfare, No 1, Fourth Edition, Baltimore and London,
John Hopkins University Press, 1980
- Clerence N Stone, Robert K Whelen, William J Murrin, 'Urban Policy and
Politics in a Bureaucratic Age', Englewood Cliffa, N.J Prentice - Hall,
Inc, 1979.
- H Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), 'Tasauf Modern', Jakarta, Yayasan Nurul Islam Jayamurni, 1961.
- Panitia Negara di Mesir, 'Fiqh 'ala Mazahib Arba'a, Mesir.
- Mahmud Syaltut, 'Min Taujihatil Islam', Alihbahasa, H Bustami Ab dul Gani, Chatibul Umam, Jakarta, Bulan Bintang,1973.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar