Mari Kita Berdagang (7)
Oleh aminuddin
Strategi Bisnis Sahabat
EMPAT strategi bisnis sahabat ini sungguh luar biasa. Apa saja ke empat strategi itu? Inilah penjelasannya ..
- Strategi Pertama : Membangun Pasar Muslim
Di Madinah, Rasulullah SAW mempersaudarakan Abdurrahman Bin Auf dengan orang kaya yang bernama Sa’ad bin Rabi’.
Sa’ad Bin Rabi’ menawarkan separuh harta nya, hanya saja Abdurrahman meno lak, dan berkata, “Tidak usah. Tunjukkan saja saya dimana pasar.”
Akhirnya beliau pergi ke pasar, melakukan riset pasar dan dalam waktu yang singkat dia mengetahui bahwa pasar – pasar di Madinah dikuasai oleh para pedagang Yahudi .
Melihat kondisi yang berlaku di pasar Madinah tersebut, Abdurrahman Bin Auf melakukan strategi dan taktik yang cukup unik.
Dengan bantuan saudara Anshar-nya itu, Abdurrahman Bin Auf mem beli tanah di dekat pasar tersebut, dan mempersilahkan para peda gang untuk berjualan di tempat itu. Dalam waktu singkat la hirlah pa sar kaum muslimin pertama di Kota Madinah.
Dengan adanya pasar kaum muslimin bisa dengan leluasa menerapkan aturan-aturan ekonomi Islam dalam berdagang tanpa perlu takut direcoki oleh kepentingan bisnis Yahudi.
Biarlah nanti waktu yang membuktikan pasar mana yang lebih efisien dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Strategi Kedua : Bayar Setelah Untung
Setelah pasar dibuka, berikutnya adalah mengundang para pedagang untuk mau berdagang disitu. Strategi marketing yang diterapkan adalah BAYAR setelah UNTUNG.
Strategi ini tentu saja menarik minat para pedagang. Maka berbondong bondonglah para pedagang untuk membuka lapaknya di pasar yang baru dibuka ini. Dalam waktu singkat pasar te lah ramai dengan pedagang.
Sistem tersebut sangat membantu para pedagang untuk menurunkan beban biaya sewa kios dan menurunkan harga jual dagangan mereka yang akhirnya berimbas kepada semakin lakunya barang dagangan mereka jika dibandingkan dengan pasar Yahudi.
Secara umum, keuntungan para pedagangan di pasar Muslim meningkat.
- Strategi Ketiga : Lebihkan Takaran
Setelah beberapa lama pasar berjalan, para pedagang Muslim menyampaikan keluhan dan permasalahan mereka yaitu :
- Para pedagang Yahudi dapat untung lebih besar dibandingkan mereka, karena pedagang Yahudi sudah biasa mengurangi takaran pada barang dagangan mereka.
Misalnya, jika membeli 1 kilogram gandum di pasar Yahudi nyatanya hanya mendapat 900 gram, semen tara para pedagang muslim 1 kilog ram tetap 1 kilogram.
Namun apa jawaban Rasulullah SAW ?
“Lebih kan takaran," kata beliau. Artinya apa, bukannya mendapatkan pemaafan untuk turut curang seperti Yahudi, pedagang Muslim malah diperintahkan melebihkan.
Jadi, jika tadinya 1 kilogram diberi 1 kilogram sekarang mesti dilebihkan entah itu 1 genggam sesuai keilkhlasan.
Apa implikasinya?
Penduduk Madinah menjadi heboh. Belanja di pasar Yahudi dapatnya ringan, sedangkan belanja di pasar orang Islam berat.
Firman Allah SWT :
“Allah akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Al-Baqarah: 276)
“Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan pahalanya.” (Ar-Ruum:39)
- Strategi Keempat : Memenuhi Aturan Ekonomi Islam
Khalifah ‘Umar bin Khattâb ra per nah memperingatkan, “Orang yang belum belajar agama, sekali-kali jangan berdagang di pasar-pasar kami”.
Sahabat ‘Ali bin Abi Thâlib ra per nah berkata, “Pedagang jika tidak faqih (paham fiqih terutama fiqih ekonomi) maka akan terjerumus dalam riba, kemudian terjerumus dan terjerumus (terus)”.
Dengan 4 strategi bisnis yang dila kukan para sahabat Nabi ini hanya dalam waktu 2 tahun (ada riwayat yang menyebut 4 tahun) hegemoni pasar Yahudi berhasil dikalahkan.
Sehingga benarlah firman Allah SWT dan hadits Nabi- Nya :
إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
"Jika Allâh menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allâh membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allâh sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allâh saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS 3:160)
"Kalau manusia mulai kikir dengan dinar dan dirham melakukan jual be li dengan cara riba, mengikuti ekor sapi (umat lain, Yahudi dan Nasrani), dan meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan memasukkan kehinaan ke dalam diri mereka, Dia tidak akan menghilangkannya kecuali jika mereka kembali kepada agama mereka,” (H.R. Imam Ahmad dalam Musnadnya, Ath-Thabarani dalam kitab Jami’ Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Ilam dari Abdullah bin Umar).
______
Ekonomi-islam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar