Oleh aminuddin
Dokumen Sekte Iluminati
SEBUAH dokumen rahasia milik sekte "Iluminati" berhasil di bocor kan ke publik oleh seorang Ilmuan muslim asal Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya.
Dokumen 'Rahasia' milik iluminati tersebut telah dikaji dibawah pimpi nan mantan Mentri Pertahanan Amerika Serikat, Wiliam Cohen.
Dokumen rahasia tersebut, menurut ilmuan Muslim yang membocor kannya, telah disusun sejak tahun 2000 lalu dan juga telah dikaji oleh 15 ahli dari tim Ilmuan muslim ya ng berhasil membocorkannya ke publik.
Hasil kajian tersebut diberi judul “Asia tahun 2025 dan pengaruhnya terhadap keamanan nasional Ame rika Serikat abad 21″ berisikan ran cangan yang rumit, bahwa Indone sia dan Pakistan harus dilenyapkan selambat-lambatnya antara tahun 2010 – 2025.
Zionis AS tidak akan memakai ja lan kekerasan terlebih dahulu. La ngkah pertama mereka adalah memasukkan pengaruhnya ke In donesia lewat media televisi, cara pergaulan, mode dan lain-lain.
Apabila cara yang ditempuh ini ti dak berhasil, maka mereka akan memakai langkah kekerasan/perang.
Diawali tahun 2006 dengan banyak nya pengaruh Yahudi yang masuk ke Indonesia seperti krisis multi dimensi, dimulai dari bermunculan nya kekuatan separatis dan terorga nisirnya perusakan moral generasi muda dengan narkoba, minuman keras dan lainnya. Di- back up ka um kapitalis barat sampai akhirnya kita tidak sanggup lagi untuk mem pertahankan negara kita yang bernama Indonesia ini.
Kita lihat saja Indonesia saat ini, hampir bukanlah Indonesia yang dahulu. Banyak remaja salah per gaulan. Kita sebagai umat muslim terbesar di dunia dan kita warga ne gara Indonesia jangan sampai tercu ci otak atau ikut mempropaganda kan zionisme Yahudi tersebut.
Inti dari dokumen yang dibocorkan ilmuan Muslim itu adalah sebagai berikut :
1. Freemasory & Illuminati (1-12)
Hancurkan musuh-musuhnya lewat - FINANCE
- FOODS
- FILMS
- FASHION
- FANTASY
- FAITH
- FRICTION
- Complicting ideologis
- Industri senjata / Jadwal perang
- Lembaga keuangan internasional
- Industri logistik / rekonstruksi pasca perang
- Industri / pengebaran candu / narkoba /miras / rokok.
2. Zionisme Internasional (13-21)
- Ciptakan / kendalikan The New World Order ● Ciptakan revolusi nasional & perang dunia
- Rekayasa separatisme dan desintegrasi
- Ciptakan revolusi sex (freesex, homosex, lesbian)
- Rusak keluarga (domestic partner)
- Buat aliran – aliran sesat ● Buat / kuasai senjata biologis / virus / senjata cuaca / pemusnah massal
- Promosikan sekularisme sebagai agama baru / masa depan
- Promosikan Multi Partai.
3. Trio Imperialisme (30-38)
- Ciptakan program-program kemiskinan
- Kuasai aset ekonominya
- Kuasai kekayaan alamnya
- Kuasai aset informasinya
- Kuasai sistem politik dan hukumnya
- Hancurkan moral rakyatnya
- Hancurkan militansi rakyatnya
- Suburkan deislamisasi (sekularisme, liberalisme, & pluralisme)
- Ramaikan pemurtadan.
4. Skenario separatisme dan agressi dari luar (39-46)
- Terpurukkan ekonomi nasionalnya
- Pertentangan elit politiknya
- Suburkan konflik horizontalnya
- Pecah–belah militernya
- Datangkan “ Pasukan Perdamaian“
- Buat serbuan paradigmatis
- Buat sel-sel perlawanan
- Invasi niliter setelah diciptakan status legal intervention.
6. Penyebaran pemikiran sesat (47-50)
- Karl Marx (materialisme dan atheisme)
- Sigmund Freud (Instinc Sexual & Libido)
- Nietze (Mencari kepuasan meski dengan jekejian)
● Charles Darwin (Manusia dari monyet, yang kuat harus mengalah kan yang lemah).
7. Penghancuran Dunia Abad 21 (51-57)
- Membom Mekkah (Usul Senator Tancredo)
- Hapuskan Indonesia 2025
- Hapuskan Pakistan 2025
- Hapuskan beberapa
Negara Afrika 2025
- Perang Dunia ke III (Untuk Membuat Israel Raya)
- The New Crusade
- Membunuh 3 miliar penduduk yang tidak disukai dengan kela paran dan penyakit tahun 2050 (proyek 2025 diusulkan oleh W. Cohen).
Jejak Yahudi
MESKI keberadaanya sebagai en titas keagamaan tidak diakui nega ra, bukan berarti penganut ajaran Yahudi tidak ada di Indonesia.
Asumsi itu diperkuat dengan sejarah Indonesia yang pernah dijajah Belanda, salah satu negara di Eropa yang banyak ditinggali pemeluk Yahudi.
Monique Rijkers selaku Ketua Hadassah Indonesia mengatakan, ada ratusan penganut Yahudi di Indonesia, namun ketika ditanya soal kepercayaan, mereka kerap tidak mengakuinya.
Bahkan, kebanyakan dari mereka tidak mengisi kolom agama yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP) atau mereka mencantumkan agama lain di kolom itu.
“Padahal Indonesia telah mengakui penghayat kepercayaan,” kata Mo nique saat menghadiri seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan.
Poin pembahasan lain yang menarik tatkala membahas Yahudi dan Indonesia adalah, dari manakah sesungguhnya penganut Yahudi ini masuk ke Indonesia. Ingin tahu?
Yuk simak penjelasannya di bawah ini:
1. Yahudi Eropa Timur dibawa masuk oleh pasukan perang Belanda
Peneliti Yahudi Romi Zarman menu turkan, keturunan Israel yang paling banyak masuk ke Indonesia berasal dari Eropa Timur. Dalam hal ini, Belanda dipercaya sebagai pihak yang membawa mereka ke Nusantara.
"Yahudi di Eropa ada yang berasal dari Jerman, Rusia, Belanda, dan be berapa negara lain. Tapi, menurut penelitian saya, yang masuk ke Indonesia paling banyak dari Eropa Timur sekitar abad 19," terang Romi menyambung penjelasan Monique.
Ketika itu, ekonomi warga Eropa Ti mur sedang dalam keadaan mence kam. Guna memenuhi kebutuhan hidup, banyak dari keturunan Yahudi Eropa Timur yang mengajukan diri sebagai serdadu kontrak untuk pasukan Belanda.
"Dalam rangka Perang Aceh yang merupakan perang terlama dalam sejarah Republik ini, sekitar 30 tahun, Belanda memerlukan pasukan perang tambahan. Akhirnya, Yahudi Eropa Timur saat itu banyak mendaftarkan diri. Dan mereka itu yang dikirim ke Hindia Belanda," beber pria kelahiran Padang itu.
2. Sebagian Yahudi Indonesia juga dibawa masuk oleh pedagang Arab
Tidak hanya bangsa Yahudi berdarah Eropa yang hadir di Indonesia. Belum lama ini, Romi menemukan fakta kalau sebagian dari mereka yang berdarah Yahudi rupanya berasal dari Tanah Arab.
"Melalui tulisan yang saya berikan (naskah seminar), saya ingin katakan kalau ada gitu loh orang berdarah Yahudi tapi beragama Islam di Indonesia," ungkap alumni Universitas Andalas itu.
Mereka yang memiliki darah Yahudi namun memeluk agama Islam, sambung Romi, biasanya berasal dari Yaman, Oman, bahkan ada yang dari Arab Saudi.
Pernyataan di atas turut diperkuat dengan penelitian Hermawati, selaku pengampu mata kuliah Yahudi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
“Kira-kira abad 13, putra Yahudi dari Oman pernah hadir di Sumatera. Hal ini tidak begitu mengherankan (Yahudi di tanah Arab), karena memang dalam sejarah, Bani Israel pernah berhijrah ke Mesir,” kata Hermawati.
"Ini (adanya penganut Yahudi di Arab) sekaligus mematahkan persepsi kita kalau semua orang Arab beragama Islam," Romi menambahkan.
3. Kota Padang menjadi saksi kebangkitan Yahudi di Indonesia
Fakta menarik lainnya turut dipapar kan Romi. Tanah kelahirannya, ter nyata menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya Yahudi di Hindia-Belanda, khususnya di Indonesia.
Pada 1926, Samuel Isaac van Creveld, penganut Yahudi Batavia yang tinggal di Padang, menjadi tokoh yang menggagas terbitnya tabloid Erets Israel.
Walau terbit di Tanah Minang, harian dengan bahasa Ibrani ini dipasarkan bagi seluruh bangsa Yahudi Eropa yang mendiami Hindia-Belanda.
“Creveld pada saat itu jeli melihat kalau Padang adalah kota yang kosmopolitan. Sehingga keputusannya untuk menerbitkan harian Yahudi di Padang tidak ditentang masyarakat. Memang ya di Padang itu ada Yahudi, Ahmadiyah, Muhammadiyah, NU, banyak lah itu,” ungkap Romi.
Setelah disebar ke seluruh wilayah Hindia-Belanda, tercatat ada sekitar 600 jiwa yang menjadi pembaca setia ‘Harian Suara Israel’. Pada 1929, muncul survei yang menyebut jumlah Yahudi di Nusantara sebanyak 1.095 jiwa.
Disebabkan problematika eksternal dan internal, Creveld terpaksa memindahkan kantor redaksinya ke Bandung sekitar 1928.
“Salah satu alasannya karena Creveld melihat adanya komunitas Yahudi yang serius didirikan di Batavia. Akhirnya dia mencari daerah dekat situ,” jelas Romi.
“Creveld adalah orang yang tekun. Dia menerbitkan majalah empat halaman yang memuat seputar Yahudi di Asia Selatan dan Eropa hanya bersama satu temannya yang bertugas sebagai asisten redaksi,” tutup Romi.
___
- IDNTimes
- Ciuskan.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar