Mata Pisau (5)
Oleh Wak Amin
BEBERAPA menit kemudian ...
Setelah meninggalkan Desa Yau man, Mr Clean mendapat telepon dari Sersan Helen. Dia mengabar kan kelompok bersenjata yang di pimpin Letnan Robert.
"Mereka menembaki warga di sana Clean. Warga ketakutan. Mungkin saatnya kita bertindak tegas Clean," kata Sersan Helen.
"Komandan sudah tahu Sersan? Maksudku, apa beliau sudah punya solusinya?"
"Kayaknya sih belum Clean. Seben tar aku hubungi beliau ..."
"Oke Sersan .."
Letnan Parto baru saja kembali dari menghadiri pertemuan dengan se genap jajaran penting pihak keama nan, khusus membahas peledakan pabrik senjata Asy-Syahwa.
Meski tidak ada korban jiwa, selain beberapa petugas jaga pabrik me ngalami luka di sekujur tubuh dan harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit, dampak yang terasa kini pasca ledakan, warga mulai me rasa tak nyaman.
Apalagi lewat tayangan televisi me reka menyaksikan lebih dari separo warga Desa Yauman dibunuh ke lompok bersenjata secara keji dan tidak berprikemanusiaan ...
"Oke Clean. Saya baru pulang dan kita sepakat mengirim pasukan khusus kesana. Bagaimana menurutmu?"
"Setuju sekali Letnan. Prioritaskan pasukan udara serba bisa. Itu usul saya Komandan ..."
"Baik. Kamu sudah dapat gambar an dimana para pelaku itu berada?"
"Menurut keterangan Sersan Helen, mereka sekarang berada di Desa Ath-Thifa Komandan. Kami segera meluncur ke sana Komandan," jelas Mr Clean.
"Oke. Laksanakan ..."
"Siap Komandan. Oh ya Koman dan, hasil laporan kami tentang keadaan warga Desa Yauman pas ca pembantaian sudah saya sam paikan kepada Sersan Helen."
"Oke. Laporkan terus perkemba ngan terkini."
"Baik Komandan ..."
"Paling lambat kita sudah tahu po sisi mereka jelang subuh dan kita segera kirim pasukan khusus ..."
"Baik Komandan .."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar