Cerita Kriminal ...
Mata Pisau (1)
Oleh Wak Amin
SEBUAH mobil polisi meluncur ken cang ke jalan raya utama. Tiba di simpang empat, laju mobil melam bat, sebelum belok kanan dan me laju dengan kecepatan di atas se ratus ...
Sang pengemudi, Mr Clean tidak main-main kali ini. Selain melaju kencang, sejak berangkat dari ma bes hingga siang hari ini, dia belum sempat bicara sepatah kata pun de ngan Sersan Leonard, teman sepro fesi yang duduk manis di samping kirinya.
Sambil menyetir, dia menerima te lepon dari Sersan Helen yang bertu gas di mabes. Melaporkan situasi terkini dan kemungkinan lokasi pa ra pelaku pengeboman di sebuah pabrik senjata terbesar di kota ini.
"Kemungkinan menuju selatan, Mis ter," kata Sersan Helen. Dia memas tikan para pelaku bersenjatakan le ngkap dan menggunakan ken dara an roda empat untuk melarikan diri beberapa menit sebelum bom me ledak.
"Berapa kira-kira jumlah mereka Sersan?"
"Mungkin lima. Yang pasti tidak kurang dari jumlah itu, Mister .."
"Oke terima kasih Sersan ..."
"Sebentar Mister. Apa perlu pe ngerahan pasukan dari udara?"
"Untuk sementara ini belum Sersan. Nanti saya beritahu apa perlu pe ngerahan pasukan dari udara," kata Mr Clean.
"Baik Mister. Hati-hati. Selamat bekerja ..."
"Terima kasih Sersan."
Mr Clean membelokkan mobilnya ke kiri, lalu belok kanan setibanya di simpang empat lampu merah.
"Bagaimana menurutmu Sersan Leonard?"
"Tentang pasukan udara Mister?"
"Ya."
"Menurutku tak usah Mister. Masih lebih baik kita perketat perbatasan dan semua anggota kita diminta siaga penuh ..."
"Saya sependapat dengan anda Ser san Leonard. Bila perlu kita minta perbanyak selebaran di setiap tem pat, entah itu kota kecil, desa, du sun dan kampung sekalipun ..."
"Betul Mister. Mereka bukan lagi berbahaya, tapi sudah seperti mon ster pencabut nyawa .."
"Oke. Sersan bisa hubungi teman-teman kita yang lain mulai dari sekarang ..."
"Baik Mister .."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar