Langit tak Berbintang (13)
Oleh Wak Amin
PRESIDEN Bais menyambut hangat kedatangan Zainab dan Kolonel Adi dari Negeri Al-A'la. Dia amat sena ng.
"Terima kasih saya ucapkan. Berke nan rupanya menginjakkan kaki la gi ke istana Yauman," kata Presiden
Bais sambil mempersilakan kedua tamu istimewanya itu duduk di tem pat duduk yang telah disediakan.
"Saya menyampaikan salam dari Jenderal Mansur dan Jenderal Ih san. Mereka mengundang bapak Presiden untuk berkunjung ke Al-A'la," ujar Zainab, Panglima Besar Al-A'la.
"Beliau berdua juga mendoakan se moga bapak Presiden selalu diberi kesehatan, kelapangan rezeki, di mudahkan mengemban amanah rakyat dan diberi kelamatan dunia dan akherat."
"Amin. Terima kasih atas doanya. Saya juga berdoa untuk keduanya dan seluruh rakyat Al-A'la agar di beri kesehatan, keselamatan, kom pak bersatu dan menjadi negeri ya ng makmur, baldatun thayyibatun warobbun ghafuur," kata Sang Pre siden yang pagi itu didampingi Pa nglima Besar Yauman, Jenderal Sutarman beserta para menteri.
"Amin. Terima kasih atas doanya bapak Presiden," kata Zainab dan Kolonel Adi.
Saya juga berharap, lanjut Presiden Bais, hubungan baik antara negeri Yauman dan Al-A'la tetap diperta hankan, dan mudah-mudahan lebih ditingkatkan lagi di masa menda tang.
"Kami juga berharap demikian bap ak Presiden. Kami berharap kedua negeri bisa saling membantu satu sama lain demi lancarnya pemba ngunan di berbagai bidang," harap Zainab.
"Saya juga berharap kita bisa sali ng kirim orang terbaik di bidang ter tentu yang kita sepakati bersama," jelas Presiden Bais.
"Kami dari negeri Al-A'la selalu me mbuka pintu lebar-lebar buat negeri Yauman, khususnya bapak Presid en," terang Zainab.
"Terima kasih Panglima Zainab."
Pembicaraan pun beralih ke berba gai sektor seperti ekonomi, poli tik, hankam, budaya, sastra, kesenian dan hukum.
Belum membicarakan tentang upa ya pembunuhan terhadap Presiden Bais yang gagal beberapa waktu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar