Selasa, 23 Juli 2019

Langit tak Berbintang (19)

Langit tak Berbintang (19)
Oleh Wak Amin




"KAMPRET tuh perempuan!" Ump at Arman yang kaki kanannya keje pit pintu mobil. Sedangkan Bos Ma lik dan Sanaf terjatuh ke bawah jok belakang.

"Man! Tolong aku," teriak Malik dan Sanaf bergantian.

"Sebentar Bos," jawab Arman. "Sedi kit lagi .."

"Apanya yang sedikit Man?"

"Kakiku Bos. Kejepit."

"Tarik aja yang kenceng kenapa sih? Takut ya?"

"Putus Bos kalau dipaksakan. Nanti saya tak punya kaki lagi gimana?"

"Beli aja yang baru di pasar. Banyak jualannya tau ..."

Hik hik hik ..

Sanaf masih sempat ketawa.

"Itu Bos kaki ayam ..."

"Ah masa?"

"Iyalah Bos. Saya sendiri pernah ke pasar. Cari kaki ayam. Banyak Bos rupanya ..."

Uiiiich ...

Awww ..

Terlepas juga akhirnya. Arman le ga. Dia berhasil keluar dari mobil. Lalu membantu Malik dan Sanaf.

Di luar banyak orang menonton. Sa lah seorang dari mereka, pemuda berambut gondrong, mendekat dan bertanya baik-baik kepada Arman, Malik dan Sanaf.

"Apa yang bisa saya bantu bapak-bapak bertiga?"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar