Langit tak Berbintang (22)
Oleh Wak Amin
"ARMAN!"
"Siap Bos."
"Kenapa mogok?"
"Sebentar Bos. Saya periksa me sinnya."
"Cepat. Jangan lama-lama tau."
"Baik Bos."
Melihat Sanaf tak turun, Bos Malik menegurnya.
"Bantu Arman sana!"
"Nanti aja Bos. Pas dorong mobil. Kalau soal mesin saya kurang pa ham .."
"Yang paham apa dong?"
"Perempuan Bos."
Praaak ...
Tepak punggung ...
"Kampret kamu. Buaya darat tau."
Kening Arman mengkerut ...
"Oke Man?" Tanya Sang Bos.
"Kayaknya harus dorong Bos."
Eheem ...
"Oke. Kita bagi tugas aja. Kalian ber dua yang dorong, aku pegang setir. Oke?"
"Oke Bos," jawab Sanaf. Arman ke beratan, tapi tak berani menguta rakan.
Bos Malik pindah tempat duduk. Ta di di belakang sekarang di depan. Siap ambil alih kemudi.
"Siap Bos?" Teriak Sanaf.
"Siap .."
Satu .. Dua .. Tiii .. ga ..
Sekali dorong mesin mobil menya la.
Mobil melaju lambat ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar