Lafadz KAMI (10)
Oleh Wak Amin
38. Ayat 103 :
"TSUMMA ba'atsnaa min ba'dihim muusaa biaayaatinaa ilaa fir'auna wamalaa-ihii fadzhalamuu bihaa. Fandhur kaifa kaana 'aaqibatul mufsidiin."
(Kemudian Kami utus Musa sesu dah rasul-rasul itu dengan mem bawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun (a11) dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan).
39. Ayat 117 :
"Wa awhainaa ilaa muusaa an alqi 'ashaaka. Faizaa hiya talqafu maa ya-fikuun."
(Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lenparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan).
40. Ayat 130 :
"Wa laqad akhaznaa aala fir'auna bissiniina wa naqshim minats tsamaraati la'allahum yazzakkaruun."
(Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran).
41. Ayat 133 :
"Fa arsalnaa 'alaihimuth thuufaana wal jaraada wal qummala wadh dhafaadi'a waddama aayaatim mufashshalaati. Fastakbaruu wakaanuu qaumam mujrimiin."
(Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah (a12) sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa).
42. Ayat 135 :
"Falammaa kasyafnaa 'anhumur rijzaa ilaa ajalin hum baalighuuhu izaa hum yanku'uun."
(Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya).
__________
(a11) Fir'aun adalah gelaran bagi raja-raja Mesir purbakala. Menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa as ialah Menephthah (1232-1224 SM) anak dari Ramses.
(a12) Maksudnya air minum mereka berubah menjadi darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar