Lafadz KAMI (12)
Oleh Wak Amin
47. Ayat 142 :
"WA waa'adnaa muusaa tsalaatsiina lailataw wa atmamnaahaa bi'asyrin fatamma miiqaatu rabbihii araba'iina lailah ...."
(Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam).
48. Ayat 143 :
"Wa lammaa jaa-a muusa limiiqaatinaa wakallamahuu rabbuhuu. Qaala rabbi arinii andzhur ilaika ..."
(Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya ...).
49. Ayat 145 :
"Wa katabnaa lahuu fil alwaahi min kulli syai-im mau'idzhatan watafshiilal likulli syai-in. Fakhuzhaa biquwwatiw wa'mur qaumaka ya'khuzuu biahsaanihaa. Sawuriikum daaral faasiqiin."
(Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh luh ((a16) (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman) : "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya (a17), nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik (a18).
_________
(a16) Luh luh ialah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya isi Taurat yang diterima Nabi Musa as sesudah munajat di Gunung Thursina.
(a17) Maksudnya adalah utamakan yang wajib-wajib dahulu dari yang sunat dan mubah.
(a18) Maksudnya Allah SWT akan memperlihatkan kampung orang-orang fasik seperti Fir'aun, 'Aad, Tsamud dan sebagainya yang kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar