Minggu, 19 Desember 2021
Cerbung ALBUM MAMA (2)
Cerbung Album Mama (2)
Oleh aminuddin
ID Pub : 8800179315466420
Renungan Dua …
“Sikap dan perilaku anak seringkali mencerminkan suasana keluarga dimana ia dibesarkan. Pengalaman yang dirasakan anak akan membentuk perilakunya, baik pengalaman yang indah maupun pengalaman yang pahit. Dan pengalaman buruk bisa memotivasi anak untuk berprilaku buruk. Karena itu, perilaku buruk janganlah dihadapi dengan perlakuan buruk juga. Namun, hadapilah dengan perlakuan yang baik, karena anak akan belajar dari pengalaman yang dirasakannya.”
MASA depan anak tergantung pada pola pengasuhan dan pendidikan yang ia terima. Ini memiliki hu bungan dengan beberapa faktor, seperti pembentukan budaya keluarga (ayah, ibu, saudara, saudari, paman, bibi dan seluruh kaum kerabat), lingkungan belajar, lingkungan masyarakat, lingkungan kerja, pemerintahan, kualitas dan kuantitas pengajaran.
Faktor-faktor ini mempunyai hubungan positif antara satu dengan yang lainnya. Dari setiap sisi, seluruh faktor itu bertanggung jawab atas pengajaran dan pendidikan manusia. Dari sudut pandang ini, tang gung jawab ayah dan ibu terhadap anaknya lebih penting dan melebihi yang lainnya. Tentunya, pe ranan para ibu memiliki tempat yang khusus bagi dirinya. Karena akhlak dari anggota masyarakat berhubungan erat dengan akhlak para ibu.
Aktivitas etika, sosial dan budaya ibu sangat berdampak pada anaknya, dapat menjadikan anaknya itu seorang manusia yang madani dan maknawi ataupun sekadar ciptaan dan robot. Kekerasan-kekerasan, tidak perhatian dengan dasar-dasar etika sosial, dan pelanggaran-pelanggaran, banyak memiliki hubungan dengan pola pikir seorang ibu.
Suatu masyarakat sapat menjadi penuh cinta ataupun tanpa perasaan, beradab maupun biadab, semua itu bergantung pada individu-individu di dalamnya, yang menyerap warna perilaku dari ibu-ibu mereka.
Perdamaian dn peperangan jug erat kaitannya dengan keluarga, terutama ibu. Perlakuan seseorang terhadap keluarganya, baik kasar maupun penuh kasih sayang, amat tergantung pada peran sang ibu di masa kecilnya.
Salah satu kekhususan tanggung jawab ayah dan ibu adalah kebersamaan mereka sepanjang masa kehidupan anak-anak mereka, yang cakupannya adalah masa sebelum kelahiran anak (yakni masa pemilihan pasangan, menetapnya sperma, masa penetrasi dan masa kehamilan), kelahiran serta masa kecil anak-anak, baligh, remaja, perkawinan anak, dan pengawasan serta pemberian petunjuk (arahan) di masa perkawinan.
Di antara seluruh masa yang telah disebutkan, masa sebelum kelahiran adalah masa yang amat sensitif. Masa itu seperti batu bata pertama yang akan menjadi bangunan pedidikan yang jika diletakkan tidak lurus dan benar maka bangunan akan mengalami kerusakan yang sangat. Dan perbaikan bangunan seperti ini sangatlah sulit dan pelik -- untuk tidak mengatakannya mustahil.
Oleh karena itu, pihak pertama yang paling bertanggung jawab atas pendidikan anak adalah ayah dan ibu. Hendaknya mereka sedini mungkin memberikan perhatian dalam pendidikan anak. Hendaklah para orang tua memiirkan pendidikan anak mereka, agar anak-anak merekaini menjadi orang-orang yang taat dan takut kepada Allah SWT.
Selain masalah giz (makanan), penting juga bagi para orang tua untuk mengawasi dengan ketat apa-apa saja yang didengar dan dilihat – yang masuk ke otak – sang anak. Satu ucapan kotor dan pemandangan yang buruk sudah cukup menggelincirkan serta memalingkan seorang anak dari jalan yang lurus.
Masa kanak-kanak memiliki peran yang luar biasa. Pendidikan yag benar dan salah adalah mata air pen ting bagi baik dan buruknya seluruh umur seseorang. Seorang manusia selama hidupnya berbuat atas dasar akhlaknya sementara akhlak dan perilakunya terbentuk di masa kecilnya.
Dari minggu-minggu pertama kelahiran, saat-saat pemberian susu dan makanan, hari-hari dimana anak menjalani hidupnya dalam buaian kekerasan dan kekasaran ataupun cinta dan kasih sayang memberikan dampak kepada roh (jiwa) sang anak.
Jadi, hal penting yang harus diperhatikan bagi pendidikan anak yang saleh adalah bahwa ayah dan ibu harus benar-benar menjaga perilaku mereka. Karena seluruh sikap dan ucapan mereka menjadi contoh bagi anak dan akan membentuk kepribadiannya kelak. (bersambung)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar