Kemiskinan (15)
Oleh aminuddin
RASULULLAH SAW bisa kita jadikan contoh sebagai figur pemimpin ideal.
Beliau adalah tipe pemimpin sukses yang ditandai dengan ajarannya yang
masih dikembangkan oleh para pengikutnya hingga saat ini dan tidak ada
seorang pun yang mampu menyaingi bahkan membuat setara dengan gaya ke
pemimpinannya.
Muhammad Syafi'i Antonio menyatakan ada empat fungsi kepemimpinan (the
4 roles of leadership) yang melekat pada diri Rasulullah SAW.
Pertama, fungsi perintis (pathfinding) mengungkap bagaimana upaya sang
pemimpin memahami dan memenuhi kebutuhan utama para stakeholder-nya,
misi dan nilai yang dianutnya serta yang berkaitan dengan visi dan
strategi, yaitu ke mana perusahaan akan dibawa dan bagaimana caranya
agar sampai ke sana.
Fungsi ini ditemukan pada diri Mu hammad SAW karena beliau melakukan
berbagai langkah dalam me ngajak umat manusia ke jalan yang benar.
Muhammad SAW telah berhasil membangun suatu tatanan sosial yang modern
dengan memperkenal kan nilai-nilai kesetaraan universal, semangat
kemajemukan dan multikulturalisme, rule of law, dan sebagainya.
Sistem sosial yang diakui terlalu modern dibandingkan zamannya itu
dirintis oleh Muhammad SAW, ke mudian dikembangkan oleh para khalifah
sesudahnya.
Kedua, fungsi penyelaras (aligning) berkaitan dengan bagaimana pemimpin
menyelaraskan keseluruhan sistem dalam organisasi perusahaan agar
mampu bekerja dan saling sinergis.
Sang pemimpin harus memahami betul apa saja bagian-bagian dalam sistem
organisasi perusahaan. Kemu dian ia menyelaraskan bagian-bagian tersebut
agar sesuai dengan strategi untuk mencapai visi yang telah digariskan.
Muhammad SAW mampu menyelaraskan berbagai strategi untuk mencapai
tujuannya dalam menyiarkan ajaran Islam dan membangun tatanan sosial
yang baik dan modern.
Ketika banyak para sahabat yang menolak kesediaan beliau untuk melakukan
perjanjian Hudaybiyah yang dipandang menguntungkan pihak musyrikin,
beliau bersikukuh dengan kesepakatan itu.
Terbukti, pada akhirnya perjanjian tersebut berbalik menguntungkan kaum
muslim dan pihak musyrikin meminta agar perjanjian itu dihentikan.
Beliau juga dapat membangun sistem hukum yang kuat, hubungan diplomasi
dengan suku-suku dan kerajaan di sekitar Madinah, dan sistem pertahanan
yang kuat sehingga menjelang beliau wafat, Madinah tumbuh men jadi
negara baru yang cukup berpengaruh kala itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar