Senin, 07 Mei 2018

Mawar Mewangi (15)

Serial Mafia

Mawar Mewangi (15)
Oleh Wak Amin






"LARI!"

Teriakan Tainen ini membuat gaduh lantai tiga markas Siao Lung. Mereka lari pontang-panting menyela matkan diri lewat tangga. Mereka berharap bisa lolos dari kejaran Letnan Sayuti dan dua anak buahnya.

"Mau kemana?"

Mereka sudah dihadang Letnan Sayuti yang tidak jadi bergabung dengan Rahman dan Santi menggunakan lift.

Tainen dan kawan-kawan berusaha  menerobos  hadangan Letnan Sayuti dengan cara melompat ke samping tangga dan mendorong tubuh pria tambun itu.

Braaak ...

Didekap Letnan Sayuti. Lalu dia dorong ke samping, jatuh ke lantai. Jumlah mereka sekitar 7 orang.

Dooor ..

Dooor ...

Santi dengan sigap menuruni 'pegangan' tangga sambil melepaskan tembakan tiga kali ke kaki dan tangan Tainen.

Dooor ...

Pada tembakan ketiga, Tainen jatuh tersungkur. Santi mendekat. Kedua tangan ditarik ke belakang. Diborgol.

Praaak ..

Tatapan sinis Tainen dibalas Santi dengan membenturkan wajah pria kurus itu ke lantai, sampai mengucurkan darah.

"Lagi?"

Puiiih ...

Masih sempat meludah.

Praaak ...

Praak ...

Praaak ...

Tak sadarkan diri.

Sementara Rahman dan Letnan Sayuti masih duel tangan kosong dengan tujuh temannya Tainen.

Muka berdarah-darah dan kaki pada 'kencot', masih juga tak mau menyerah.

Hiyaaat ...

Serempak menyerang Letnan Sayuti. Sang Letnan tertawa. Dia biarkan perutnya dipukuli. Dia masih tertawa.

Ha ha ha ha ...

"Kurang kuat. Pukul lagi," tantang Letnan Sayuti.

Rahman dan Santi tentu saja tak membiarkan sang komandan dipukuli terus menerus.

Keduanya bergerak cepat.

Dreep ...  Deeep ..

Deeep ... Deeep ...

Satu kali tendangan memutar, terpental empat selaligus. Bergulingan di lantai. Tiga lagi kena bogem mentah Rahman dan Letnan Sayuti.

"Jangan bergerak!"

Santi menodongkan pistolnya ke empat lelaki yang cuma mengena kan celana pendek  itu.

"Bangun!"

Keempatnya bangun dengan mata yang masih berkunang-kunang. Sambil berjalan tertatih-tatih mereka dimin ta menuruni anak tangga ke lantai satu.  Tiga teman mereka yang lain dalam pengawalan ketat Letnan Sayuti dan Rahman.

Bagaimana dengan Bos Siao Lung?

Ternyata, hasil dari pengakuan Taici, Tainen dan rekan-rekannya, Sang Bos baru saja kembali dari luar kota untuk urusan bisnis.

Semula Siao Lung akan langsung menuju markasnya.  Setelah mendapat info Tim Mawar Mewangi melukukan penggerebekan malam ini, dia beserta orang kepercyaannya putar haluan.

Kini, Letnan Sayuti, Rahman dan Santi bekerja keras, memutar otak untuk menemukan keberadaan Bos Siao Lung.  Mereka berharap segera tertangkap dalam waktu dekat.

Jelang pagi mereka bergerak menuju sebuah apartemen tengah kota. Mereka mendapat info, Bos Siao Lung dan beberapa pengawalnya menginap di apartemen mewah itu.

Tidak mudah menangkap mereka. Perlu ada kerjasama erat dengan kekuatan yang maksimal. Maka itu, Letnan Sayuti memutuskan untuk meminta bantuan satu pasukan keamanan terlatih.

Mereka disiagakan dan ikut memaksimalkan upaya penyergapan dan penangkapan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar