Minggu, 19 Desember 2021
Cerbung Album MAMA (4)
Cerbung ALBUM MAMA (4)
Oleh aminuddin
ID Pub : 8800179315466420
ESOKNYA kubermimpi membaca kisah isteri yang berkhianat. Dikisahkan, pada zaman Nabi Isa diutus menjadi seorang Rasul, orang-orang Yahudi sedang tergila-gla dengan ilmu ketabiban. Maka oleh Allah SWT, Nabi Isa dibekali mukjizat yang sanggup menundukkan mereka, yaitu kemampuan menyembuh kan penyakit, parah sekalipun. Bahkan ia bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Suatu ketika Isa Al-Masih sedang berkelana. Ketika melewati sebuah kuburan, ia melihat ada seorang lelaki menelungkupi sebuah makam yang masih merah tanahnya. Laki-laki itu menangis terguguk-guguk sambil meratap.
Nabi Isa mendekat pelan-pelan dan menyapa. Laki-laki itu menengok, memperhatikan siapa yang datang. Ia tidk dikenal. Maka kembali ia tertelungkup dan makin hebat saja tangisnya.
“Kenapa kau tangisi kuburan itu, wahai saudara?” Tanya Nabi Isa.
Sambil terisak-isak orang itu berkata , “yang berada dalam kuburan ini adalah isteriku.”
“Dia sudah meninggal, mengapa masih kau ratapi juga? Apa tidak ada perempuan lain?”
Laki-laki itu mendongak. “Perempuan memang banyak. Tapi yang seperti dia tidak ada. Coba bayangkan, dia begitu setia pada suami. Mana parasnya cantik, pipinya merah seperti apel, dan selalu hangat kepadaku. Baru dua bulan kami kawin. Kami sedang saling mengasihi satu sama lain. Teryata harus menanggung derita kehiduan semacam ini, coba.”
Nabi Isa tertunduk. Lalu dengan penuh keyakinan serta kasih sayag ia berkata, “Bagaimana kira-kira kalau isterimu bisa hidup lagi?”
Laki-laki itu terperanjat. Ia berteriak, “Aku akan bersujud kepada Allah lebih khusyuk dari pada sebelumnya.”
Nabi Isa pun menyuruh orang itu minggir. Berkatalah Nabi Isa kepada sang kuburan. “Ya ahlal qubur, qumi bi idznillah! Hai penghun kubur, bangkitlah dengan izin Allah!”
Serentak bumi terbelah, dan muncullah seorang laki-laki tinggi besar, kuitnya hitam legam. Begitu berdiri dihadapan Nabi Isa, laki-laki itu pun berikrar: “Asyhadu alla ilahaillallah, wa asyhadu anna isa rasulullah.”
Nabi Isa bertanya kepada suami yang ditinggal mati isterinya itu. “Apakah dia isterimu?”
Laki-laki itu menjawab, “Bukan, demi Alllah, dia bukan isteriku.”
“Jadi siapa kamu?” Tanya Nabi Isa kepada orang yang baru bangun dari kubur itu.
“Saya adalah seorang pembunuh dan pemerkosa yang mati kafr,” jawab bekas mayat tersebut. “Tapi sekarang saya beriman kepadamu.”
Karena bukan orang itu yang dimaksud, dia pun mati kembali. Namun keuntungannya, sekarang yang bersangkutan mati dalam keadaan beriman.
“Yang mana kuburan isterimu?” Bertanyalah Nabi Isa kepada sang duda itu.
“Tadi rupanya keliru. Pastilah yang ini. Tidak salah lagi,” jawabnya sambil menunjuk kuburan yang berada di sebelahnya.
Dengan sabar Nabi Isa berdiri menghadap kuburan itu dan berkata: “Ya ahlal qubur, qumi biidznillah!”
Kuburan itupun terbelah, lalu keluarlah seorang perempuan yang sangat cantik sambil tersenyum manis. Begitu melihat suaminya, isteri yang telah terpisah oleh maut itu langsung memelukny a dengan mesra. Lantas, sambil bergandengan tangan, mereka pulang ke rumah setelah mngucapkan terima kasih kepada Nabi Isa as.
Setibanya di rumah, mereka duduk-duduk di depan rumah. Si suami tiduran berbantalkan paha isterinya. Saking kesyikan, akhirnya si suami terlelap.
Ketika sang suami terlelap, tidur mendengkur, lewatlah seorang pengendara kuda yang gagah dan tampan. Dia adalah sang pangeran, putra raja. Pangeran itu melirik kea rah kedua suami isteri yang sedang bermesraan tersebut.
Alangkah cantiknya perempuan itu, pikir pangeran seraya mengedipkan mata dan tersenyum kepada isteri laki-laki itu. Perempuan ini pun berpikir yang sama. Betapa gagah dan kukuhnya pangeran. Begitu jantan di atas punggung kuda putihnya. Beda benar dengan suamiku yang penyakitan.
Melihat sambutan yang hangat dari perempuan itu, pangeran melambaikan tangan. Bergoyang langit di atas perempuan itu, terlupakan olehnya daratan tempatya berpijak. Tanpa berpikir lebih jauh lagi, disingkirkannya kepala suaminya dengan kasar.
Lelaki itu pun kaget dan terbangun. Dilihatnya sang isteri dibawa kabur oleh seorang laki-laki. Buru-buru ia mengambil kudanya dan mengejar sambil berteriak-teriak, “Penculik, penculik. Ia melarikan isteriku!”
Pangeran, begitu mendengar terikan itu, menghentikan kudanya. Ia menunggu. Sampailah suami perem puan tadi di situ. Terjadilah pertengkaran yang hebat di antara mereka. Memperebutkan steri yang kini berubah cintanya itu.
Akhirnya pangeran menyerahkn keputusannya kepada si perempuan. “Aku bukan isterinya. Aku masih perawan,” ucap perempuan itu membantah keterangan suaminya.
Hancur hati suami yang tadinya begitu meluap-luap cinta dan kasih sayangnya kepada si isteri. Dalam kondisi berputus asa semacam itu, datanglah Nabi Isa. Dengan raut muka gembira, sang suami menengok ke arah Nabi Isa dan berkata:
“Tuan, dia adalah isteriku yang tadinya sudah meninggal dunia. Namun, setelah tuan hidupkan lagi, dia mengaku bukan isteriku, karena tergoda oleh pangeran yang tampan ini.”
Si isteri kembali berteriak lantang. “Bukan, aku bukan isterinya! Aku tidak punya suami yang ceking seperti itu.”
Nabi Isa as dengan tenang menjawab. “Baiklah, akan kita buktikan nanti. Kalau kau betul-betul bukan isterinya, maka engkau pasti akan hidup senang dengan sang pangeran,” katanya kepada perempuan tersebut.
“Tapi kalau ternyata kau memang isteriya, maka kau pasti akan mati kembali. Mati seperti semula, sebelum kuhidupkan tadi.”
Begitu selesai Nabi Isa berkata demikian, lepaslah nyawa perempuan durhaka itu. Sekarang dia mati dalam keadaan ingkar kepada suami dan maksiat kepada Allah SWT. (bersambung)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar