Sabtu, 18 Desember 2021
Novel Sayonara (6)
Novel Sayonara (6)
ID Pub : 8800179315466420
BAB III
"TEMBAK Mang!" Kata Akhir.
Amang bersiap menembak. Tapi tak bisa terlaksana karena mobil yang dikemudikan Awal selalu zig-zug.
Kalau dipaksakan kena orang. Se bab, banyak warga yang berjalan kaki. Belanja berbagai keperluan.
Syiiiit ...
Mobil berhenti mendadak.
"Oke. Sekarang tembak lah," kata Awal.
Berlagak jango, jago tembak dalam film Cowboy, Awal mengeluarkan kepalanya sambil membidikkan senjata.
Siap tembak.
Tahan nafas.
Tarik pelatuk.
Dooor ...
Kena pengendara motor. Terjatuh. Si pengemudi, salah seorang polisi, jatuh terlempar masuk parit.
Ha ha ha ha ...
Amang tertawa lebar.
Belum puas satu. Amang coba menembak lagi. Kali ini sasarannya adalah mobil patroli.
Sayang tak jadi.
Karena kedua teman Amang me nyuruh secepatnya kembali duduk ke tempatnya semula.
Beberapa meter di belakang me reka polisi pengendara motor kian mendekat.
Apa yang dilakukan Awal selanjutnya?
Dia putar balik. Melawan arus. Ber hadapan dengan petugas kepolisian.
Mobil melaju cepat. Amang kem bali beraksi. Dia bidikkan senjatanya ke sasaran.
Dooor ...
Dooor ...
Dua polisi pengendara motor ter jatuh. Sepeda motor dan pengemudinya terseret ke parit.
Amang bersorak kegirangan. Juga Awal dan Akhir.
Tapi aksi nekat ini belum berakhir.
Pasalnya, mobil patroli yang sempat ditembak Amang mengelak ke kiri.
Nyaris nyosor ke parit.
Tapi dengan cekatan pengemudi nya memundurkan mobil, lalu putar ke kanan, kiri.
Sudah berada di belakang mobil Awal cs.
Satu dari dua polisi di dalam mobil itu melepaskan tembakan berkali-kali. Setelah dihitung sampai se puluh kali.
Meleset terus sampai akhirnya mengenai kaca spion.
Taaar ...
Pecahan kaca spion mengenai muka Awal. Kesakitan. Tapi masih kuat menyetir mobil.
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar