Novel Islami
Peluk Aku Ya Allah (1)
Oleh Wak Amin
KUKUATKAN hatiku untuk melang kahkan kaki ini melewati ratusan mayat laki-laki dan perempuan ya ng bergelimpangan, tewas secara mengenaskan dihantam rudal ber sama robohnya bangunan gedung perkantoran dan rumah warga yang kini hanya menyisakan tumpukan batu besar berserakan di hampir sepanjang jalan kota ini.
Kota yang indah, megah dan selalu dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. Kota yang selalu dirindukan oleh mereka yang cinta akan buda ya peninggalan di masa lalu, mulai dari masjid, museum, benteng per tahanan hingga gedung dan rumah warganya yang sudah berusia ra tusan tahun.
Kota yang jika memandang lautan nya yang luas membentang maka hati ini terasa damai karena airnya yang jernih, ombaknya yang bersu sul-susulan, bentangan hutan yang masih perawan dan serba menghi jaunya aneka tanaman yang tum buh subur di sekitarnya.
Kota yang bila malam tiba sangat dinanti warganya dan kaum penda tang. Mereka bergembira karena bisa berbaur dengan sesama. Sali ng kenal, saling sapa dan bertukar pikiran. Bahkan bisa kumpul bersa ma di tanah lapang, kongkow-kong kow di dermaga, makan bareng di restoran apung, menonton film di gedung bioskop tertutup dan terbu ka, menyaksikan pertunjukan teater dan musik di gedung teater terna ma.
Indahnya malam, gemerlapnya lam pu yang menghiasi setiap sudut ko ta, keakraban warganya dan keraga man hiburan yang bisa dinikmati, seakan berlalu amat cepat hingga datangnya pagi.
Pagi yang cerah. Kota mulai tam pak sibuk. Sejak pukul enam pagi toko-toko mulai buka. Pasar pun ramai dikunjungi. Kapal-kapal da tang silih berganti. Merapat dan menjauh dari dermaga.
Suara klakson mobil mulai terde ngar, bersahut-sahutan. Jalanan mulai macet. Pejalan kaki mulai berseliweran, rame-rame menyebe rang jalan dan menapaki trotoar ya ng mengapit deretan gedung per kantoran yang tinggi menjulang.
Suara riang terdengar di setiap se kolah dasar, menengah pertama dan atas. Lonceng ditabuh. Siswa pun berbaris rapi dengan pakaian sekolah berwarna warni. Para guru sama menyemangati dan berdoa agar kegiatan belajar mengajar pa da hari itu berjalan lancar dan sukses.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar