Kamis, 02 Mei 2019

Pramasastra Bahasa Arab (8)

Pramasastra Bahasa Arab (8)
Oleh aminuddin




F. Kata Kerja Lemah Pada Perpect
Kata Perangkai Anak Kalimat

I. Bahan Pelajaran :

a. Saya bangun pagi-pagi (Qumtu shabaahan).

b. Maka saya hadapkan muka saya (ke)  arah kiblat (Fahawwaltu wajhii haalan nahwa alqiblati),

c. dan saya dirikan shalat subuh (Wa aqamtu shalaatas shabaahi).

d. Kemudian bapak saya shalat dan saudara (f) saya shalat sesudahnya (Tsumma shallaa waalidii washallat ukhtii ba'dahu).

e. Dan sesudah saya penuhi (bayaran) kewajiban ini (Wa ba'da an addaitu haazal waajiba),

f. Saya turun (pergi) ke pasar dan saya beli keperluan rumah (Nazaltu ilas suuqi wabta'tu haajatal baiti).

g. Kemudian saya berhubungan dengan kawan saya Hasan per telepon (Tsummat tashaltu bisha diiqii hasanin talipuuniyya),

h. dan dia memanggil saya ke ru mahnya (Fada'aanii ilaa baitihi).

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Dalam kalimat ini kata kerja Qumtu dalam orang pertama tung gal perpect, dari kata kerja lemah Qaamaa (< Qawama) atau disebut juga kata kerja lowong. Kata kerja lowong ialah bila huruf di tengah nya salah satu berasal dari Waw atau Ya.

Kata kerja Qumtu salah satu yang tidak teratur dalam tashrif kata ker ja lemah karena huruf tengahnya dihilangkan. Perubahan penge  cualian ini dijelaskan sebagai berikut:

a. Dalam perpect pola I, IV, VII, VIII, dan X hurufnya yang lemah Waw atau Ya diganti dengan huruf "alif" bagi orang ketiga masculin dan feminin terkecuali dalam orang ketiga feminin jamak, harus dibuangkan.

b. Dalam perpect pola I, IV, VII, VIII dan X, huruf lemah tidak kelihatan dalam orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga feminin jamak.

c. Dalam pola-pola perpect lainnya Waw dan Ya dikembalikan.

d. Dalam kasus pola I dimana huruf keduanya itu dihilangkan harkat su ku pertama adalah dhammah bila huruf lemah asalnya Waw dan kas rah bila huruf asalnya Ya.

Catatan :
Peraturan di atas ada pengecuali annya seperti Khiftu < Khaafa < Khawifa = menakutkan dimana awalannya bukan dhammah tetapi kasrah meskipun asalnya "Waw".

2. Kata kerja Hawwaltu asalnya Waw dikembalikan sesuai dengan aturan di atas.

3. Kata kerja Aqamtu asalnya Waw dihilangkan seperti aturan di atas.

4. Kata kerja Shalla dan Shallat adalah orang ketiga masculin tu nggal dan orang ketiga feminin tunggal pola II dari akarnya Sha lawa yang " lam" nya lemah. Kata kerja yang huruf lemah pada huruf ketiganya (lam-nya) yaitu Waw dan Ya. Tasrif kata kerja yang huruf lemah pada "lam" nya lebih sulit dari kata kerja lowong.

5. An sebuah partikel subordinate conjunction = kata perangkai anak kalimat, yang dapat diterjemahkan dengan Bahwa. Ia selamanya men dahului kata kerja dalam kalimat verbal (Anna).

Addaitu = orang pertama tunggal pola II dari kata kerja lemah "lam" akarnya Adaa (< Adaya).

6. Attashaltu = orang pertama tunggal dari Ittashala pola VIII dari akar Washala yang kata kerja lemah "fa" nya. Kata kerja lemah diperlakukan seperti biasa kecuali pada pola VIII. Pola VIII karena pe nyesuaian bunyi, huruf pertamanya diganti dengan Ta yang digandakan dengan Ta pola VIII menjadi Ta ...

Talipuuniyyaa = kata benda nisbah dari kata asing Talipuunun di sini sebagai adverb keadaan berkasus accusatif.

8. Da'aa (< Da'awa) kata kerja le mah "lam". Ia diiringi oleh kata ganti akhiran orang pertama Nii ...

Catatan :

Kata perangkai anak kalimat yang biasa terpakai :

- Anna = bahwa (nominal)

- An = bahwa (verbal)

- Li .. = bagi, karena, untuk

- Izaa = jika, sewaktu

- Law = Jikalau

- Mundun = sejak

- Illa = kecuali (melainkan)

- Ghaira anna = sementara itu

- Ammaa ... Fa .. = adapun .. maka

- Iz = sejak, karena, sesudah

- Lammaa = ketika

- Fiimaa = bilamana

- 'Indamaa = seketika

- Ba'damaa = sesudah

- Qablamaa = sebelum

- Likay = supaya

- Li-anna = karena

- Hatta = sehingga

- In = jika

- Bainamaa = sementara itu

- Ka-'anna = seolah-olah.

Arti kata serangkai ini lebih banyak tergantung pada hubungan kalimat dan susunannya.


III. Latihan :

1. Muhammad Ali Agung (Besar) memerintah (memegang) pemerin tahan di bumi Mesir sesudah kebe rangkatan Napoleon dari sana (Wali ya Muhammadun 'aliyyun al kabii rul hukma fii ardhi mishra ba'da).

2. Dan (dia) mendirikan di Mesir pemerintahan (yang) melaksana kan hukum kebangsaan Mesir de ngan cara yang lebih modern (Wa qad aqaama fii mishra hukuumatan tawallat hukmasy sya'bil mishriyyi 'alaa thariiqati ahdaba).

3. Dia mengirim delegasi ilmiah ke Barat, yang menunaikan baktinya yang besar kepada Mesir (Wawaj jaha ilal gharbi ba'tsatan 'ilmiyya tan addat khidmatan kabiiratan limishra).

4. Dan dia mengirimkan anaknya Ibrahim Pasya ke Syria, maka ia me merintahkan (menaklukkan) nya (berkuasa atasnya) (Wa arsala abnahu ibraahiima baasyaa ilaa muuriyyata fastaulaa 'alaihaa).

5. Tetapi, memikirkan desakan Ing gris, yang bapaknya menyetujuinya (Inggris); ia keluar dari Syria, maka Ibrahim kembali ke Mesir (Walaakin nadzhara lidharthi bariithaniyaa attafaqa waaliduhu ma'ahaa 'alal khuruuji min suuriyyata faraja'a ibraahiimu ilaa mishra).


IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. Maa astatha'tus safara ilar riyaadhi liannas safara ilaiha fiil haqiiqati sha'bun.

2. Ibta'tu kitaabal lughatil 'arabiyyati min shadiiqin lii.

3. Khidmatul wathani waajibun 'alaa kulli man waliyal hukma.

4. Istaula abnus su'uudi 'ala najdin ba'da aw waqa'a haakimu  madii natir riyaadhi asiiran fii yadihi.



b. Terjemahkan ke bahasa Arab :

1. Saya menghubungi saudara (f) saya yang di Jakarta per telepon, dan dia (f) berkata bahwa bapak saya telah pergi ke Paris.

2. Komite politik Liga Arab setuju untuk mempelajari cara terbaik bagi Mesir menaklukkan (atas) Palestina (Israel).

3. Tahun 1918 tentara Arab maju di bawah pimpinan Amir Faisal dari Jazirah Arab ke Damsyik dan menaklukkan Syria.

4. Komite Arab memanggil kami ke tempat pertemuan (klub) nya, maka kami berbicara mengenai (tentang) penaklukan Mesir atas Mesir.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar