Jumat, 25 Januari 2019

Anak Berbakat (4)

Anak Berbakat (4)
Oleh aminuddin

MENGENAI siapakah yang mengasuh anak berbakat disebutkan 87,5%  anak berbakat intelektual diasuh oleh orang tua mereka, 7,2% hanya diasuh oleh ibu, 2% lainnya hanya diasuh ibu bersama ayah tiri dan hanya 1,5 % anak berbakat diasuh ayah dan ibu tiri serta 0,9% diasuh oleh ayah angkat.

Ikhwal latar belakang orang tua, Hollingworth (1926) menyatakan latar belakang pendidikan orang tua anak berbakat berada di atas rata-rata generasi sebayanya.

Dalam penelitian itu mayoritas anak berbakat yang lahir tahun 1915 kedua orang tuanya berlatar belakang lulusan sekolah menengah umum, meskipun banyak juga yang kedua orang tuanya lulusan pendidiksn diploma.

Secara terinci tampak bahwa latar belakang ayah  38,4% berpendidikan sekolah bisnis dan hanya 19,2% yang berpendidikan diploma. Sedangkan pada ibu terlihat 32,5% lulusan sekolah menengah kejuruan 42,2% lulusan sekolah menengah umum, 12,3% lulusan sekolah bisnis dan 13% lulusan diploma.

Mengenai Pendidikan orang tua, penelitian Barbe menunjukkan sebanysk 88% orang tua hidup bersama, hanya 6,3% saja yang bercerai. Sedangkan dari hasil penelitian Terman (1925) ada 5,2% orang tua yang bercerai dan 1,9% hidup berpisah.Namun angka terlihat melonjak pada tahun 1940 menjadi 13% orang tua yang bercerai.

Untuk latar belakang pendidikan orang tua, penelitian Barbe menun jukkan ada 40,3% orang tua bekerja dalam kelompok profesional dan kelompok manajerial, 22,4% bekerja dalam bidang administrasi dan penjualan, serta 21,5% bekerja sebagai tenaga terampil.

Adapun pekerjaan sebagai petani dan nelayan hanya O,2% dan untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan ada sebesar 3,7%. Gambaran ini tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian Hollingworth (1926), yaitu ada 50% ayah dari anak berbakat dengan IQ 140 yang bekerja sebagai profesional. Sisanya sebanyak 30% orang tua bekerja sebagai karyawan biasa.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas orang tua anak berbakat berasal dari status pendidikan yang lebih tinggi, jumlah orang tua yang bekerja sebagai karyawan biasa juga menunjukkan jumlah yang cukup besar.

Irving Sato dalam Seminar Workshop on Program Alternatives for the Gifted and Talented (General Report, 1982) bahwa dalam melihat ciri-ciri anak berbakat, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Keberbakatan adalah suatu perkembangan.

2. Anak-anak berbakat menyinari beberapa ciri keberbakatan pada seluruh anak.

3. Ada variasi di antara anak berbakat.

4. Keberbakatan merupakan sekelompok ciri-ciri.


Beberapa karakteristik anak berbakat  intelektual yang umum menurut Tuttler, Becker dan Sausa adalah :

a. Ingin tahu

b. Tekun dalam mengejar minat dan pertanyaan-pertanyaan.

c. Cepat memahami lingkungan.

d. Kritis pada diri sendiri dan orang lain.

e. Rasa humor tinggi.

f. Peka terhadap ketidakadilan pada perseorangan maupun tingkat yang lebih luas.

g. Pemimpin di banyak area.

h. Tidak mau menerima pernyataan, respons dan penilaian yang dangkal.

i. Memahami dengan mudah prinsip-prinsip umum.

j. Seringkali bereaksi pada lingkungan melalui media dan lainnya daripada dicetak dan ditulis.

k. Melihat hubungan-hubungan di antara gagasan yang berbeda.

l. Mengangkat banyak gagasan dan stimulus yang spesifik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar