Rumayok (25)
Oleh Wak Amin
"GIMANA MBak?"
"Enggak ngangkat- ngangkat Dik. Kenapa ya?" Mbak Tuti pocak ga suya, mih mak jadi.
"Sudah. Kalau begitu biar saya an tar saja. Mau kan?"
"Mau. Tapi .."
"Sudah Mbak. Soal ongkos tak usah dipikirin. Gratis aja."
"Bukan itu Dik masalahnya."
"Lalu apa?"
"Tempatnya Mbak sih jauh juga. Bukan di sekitar sini ..."
"Berapa jauhnya Mbak?"
"Lumayanlah. Kalau pake' motor, kalau jalan sedang, setengah jamlah kira-kira."
Toni tikahaha ...
"Belum seberapa jauh itu Mbak. Saya kira sampai beberapa jam. Sudah Mbak. Nanti saya antar. Ayo naik!"
Mbak Tuti mih sonyum sambil nyu rilanko sorom rogoh jak hatok bambu pos kamling.
"Ayo Mbak, naik!"
"Kemana?"
"Motor saya."
"Baiklah," cakdu Mbak Tuti. Sonang kok tamtu.
Diantak tidipa sabonorna?
Reeeen ...
Reeen ...
Klaksondu motor dihurikku bakdu wat rombongan sisu tojang galah haga liyu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar