Selasa, 15 Januari 2019

Rumayok (17)

Rumayok (17)
Oleh Wak Amin

HASAN cs ngamutusko ngarubah haluan. Mak lagi ti tiyuh sasuai ren cana awal, mih ya turuk rumbungan Mbak Thea ti tiyuh barih. Tiyuh Wa ru tolahna.

Bak api juksapona?

Bakdu lokok trauma. Sabonorna ga muloh, mihya tanggung. Kok po
dok.

Sompat bida pandapat. Hasan rik Daud ngamilih lanjut, Qosim rik Ro ni wahya kintu mulang bagawoh.

Hasan akhirna ngakuk jalan to ngah. Mulang dang, lapah lanjut, mihya diubah pokna.

Ti tiyuh Waru ...

"Mbak sama yang lain tentu amat senang. Tapi ..." Mbak Thea dibisiki Agnes, Lani rik Siska.

"Tapi kenapa Mbak? Apa laki-laki tak boleh ikut?" Tanyadu Daud.

"Boleh. Tapi ... Gini Dik Hasan dan adik-adik Mbak yang lain ... Desa Waru yang kami akan datangi ini agak yach menyeramkanlah. Kare na juga dijadikan lokasi syuting kami .."

"Lokasi syuting Mbak?" Tikanjot, Daud sonang andongina.

"Kalau begitu ajak kami Mbak. Ma na tau kami jadi terkenal nantinya," cakdu Roni.

"Aku juga Mbak," cawadu Qosim. Kok uni kapingin 'main film.'

"Ya. Tapi Mbak enggak janji. Kalau nanti memang sutradaranya me nginginkan tenaga dan bantuan adik-adik, kenapa tidak."

Alhamdulillah ...

"Tapi Mbak," cakdu Hasan, " kalau boleh kami tahu, judul filmnya apa?"

"Mau tau?"

"Ya dong Mbak. Supaya kami cepat menyesuaikan diri ..."

"Judulnya, Pocong Pacaran ..."

Haaa ...?

Auuuw ...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar