Jumat, 25 Januari 2019

Tawa Rasulullah SAW (4)


Tawa Rasulullah SAW (4)
Oleh aminuddin


Roti Kuah
SESUNGGUHNYA penghuni surga berbicara dalam bahasa Nabi SAW. Beliau berbicara dengan mencakup seluruh maksud pembicaraan, tidak kelebihan dan tidak pula kekurangan.

Sebagian  pembicaraannya mengikuti pembicaraan yang lain. Di antara perkataannya diselingi dengan berhenti agar dihafal dan dimengerti oleh pendengarnya.

Rasulullah SAW adalah orang yang paling fasih bicaranya dan paling manis kata-katanya. Beliau bersabda, “Aku adalah orang Arab yang paling fasih.”

Dikutip dari buku yang berjudul ‘Mutiara Ihya’ Ulumuddin’ karya Al-Ghazali, Rasulullah SAW tidak berbicara dalam keadaan sedang senang dan marah kecuali yang benar.

Beliau adalah orang yang paling banyak tersenyum dan yang paling baik jiwanya selama tidak sedang diturunkan kepadanya Al-Quran, menyebut hari kiamat, atau berkhutbah menyampaikan pengajaran.

Pada suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah SA. Saat itu warna muka beliau berubah dan tidak ada seorang sa habat pun yang bisa memahami nya.

Orang Arab Badui itu ingin bertanya kepada Rasulullah SAW tetapi para sahabat berkata, “Jangan engkau lakukan, wahai orang Arab Badui, karena warna muka beliau sedang berubah.”

Orang Arab Badui itu menjawab, “Biarkanlah aku.  Demi Allah yang mengutusnya dengan kebenaran sebagai nabi, aku tidak akan meninggalkannya hingga beliau tersenyum.”

Selanjutnya orang Arab Badui itu berkata, “Wahai Rasulullah, telah sampai kabar kepada kami bahwa Al-Masih Ad-Dajjal akan datang ke pada manusia dengan membawa roti kuah, sementara manusia telah binasa karena kelaparan. Bagaima na menurutmu demi bapakku, eng kau dan ibuku, apakah aku harus meninggalkan roti kuah itu sebagai sikap menjaga kesucian dan keber sihan diri sehingga aku binasa ka rena kurus? Atau, aku harus mengambil roti kuah itu sehingga apabila telah memperoleh rasa ke nyang, aku beriman kepada Allah dan kufur terhadap Al-Masih Ad-Dajjal?”

Mendengar itu,  Rasulullah SAW tertawa sehingga tampak gigi ge rahamnya ...

Kemudian beliau berkata, “Tidak, tetapi Allah akan mencukupkan se suatu yang mencukupkan orang-orang Mukmin.”











_____

https://m.republika.co.id > islam-nusantara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar