Peran dan Fungsi MKTI Sumsel (5)
Oleh aminuddin
Peranan Konservasi Tanah dan Air terhadap Pelestsrian, Produktivitas dan Sumberdaya Tanah dan Air
UNTUK menjaga produktivitas la han, penggunaan lahan harus sesu ai dengan kemampuan lahan serta penggunaan agroteknologi harus disertai dengan penerapan teknik konservasi tanah dan air yang memadai.
Tipe teknik konservasi tanah dan air yang banyak diterapkan di seluruh dunia termasuk dalam pengelolaan DAS di Indonesia dapat dikelompokkan dalam empat kelompok utama yaitu agronomi, vegetatif, struktur dan manajemen (WASWC, 1998).
1. Agronomi
Antara lain penanaman tanaman campuran (tumpang sari), penanaman berurutan (rotasi), penggunaan mulsa, pengolahan tanah minimum, penanaman tanpa olah tanah, penanaman mengikuti kontur, penanaman di atas guludan mengikuti kontur, penggunaan pupuk hijau atau pupuk buatan, dan penggunaan kompos.
2. Vegetatif
Antara lain penanaman tanaman pohon atau tanaman tahunan (seperti kopi, teh, tebu dan pisang), penanaman tanaman tahunan di batas lahan (tanaman pagar), penanaman strip rumput (vetiver, rumput makanan ternak)
3. Struktur
Antara lain saluran penangkap aliran permukaan, saluran pembuangan air, saluran teras, parit penahan air (rocak), sangkedan, guludan, teras guludan, teras bangku, dan penahan air, serta embung pemanen air hujan.
4. Manajemen
Antara lain perubahan penggunaan lahan menjadi lebih sesuai, pemili han usaha pertanian yang lebih cocok, pemilihan peralatan dan masukan komersial yang lebih tepat, dan penentuan waktu persiapan lahan, penanaman dan pemberian input.
Penerapan teknik konservasi tanah dan air yang memadai di berbagai proyek pengembangan pertanian dan penelitian telah membuktikan bahwa teknik konservasi tanah dan air mampu menstabilkan produktivitas pertanian dan bahkan pada beberapa tempat mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. (Sihite dan Sinukaban, 2004).
Untuk menjaga kelestarian sumber daya air di suatu DAS, maka penutu pan vegetasi permanen harus tetap dijaga kelestariannya, penggunaan lahan harus sesuai dengan kemam puan lahan dan teknologi pengelolaan DAS harus memenuhi kaidah-kaidah konservasi tanah dan air.
Di DAS yang didominasi oleh dae rah pertanian, penerapan teknik konservasi yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan infiltrasi dan menurunkan aliran permukaan yang pada gilirannya da pat melestarikan sumberdaya air.
Hasil penelitian tentang pengaruh teknik konservasi tanah dan air ya ng memadai dalam pengelolaan DAS terhadap kelestarian sumber daya air di Jawa Barat dan Lampung sangat positif (Sinukaban et al, 1998. Shite dan Sinukaban 2004).
Penelitian-penelitian tersebut me nunjukkan bahwa teknik pengelo laan DAS yang memenuhi kaidah konservasi tanah dan air akan menunjukkan aliran permukaan (quick flow) dan menaikkan aliran dasar (base flow) serta memperpanjang masa aliran dasar secara substansial (Sinukaban et al, 1983).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar