Rabu, 17 Oktober 2018

Dua Menara (29)

Dua Menara (29)
Oleh Wak Amin

"DIA ke mobilku Clean. Aku cabut dulu," kata Letnan Ratna, berdiri dan pergi dari gerobak gorengan itu.

"Wok ... Itu orangnya!" Tunjuk Pe lontos. Yang ditunjuk belok kanan. Sembunyi di balik beca yang nang kring di depan sebuah gang.

"Cepat kejar ..."

Tak lihat kiri kanan, Brewok kena damprat seorang ibu penyapu jala nan yang nyaris jatuh kesenggol pahanya.

"Hei Pak. Pake' mata kalau jalan."

"Maaf Bu," kata Brewok," saya terpaksa lari makanya tak pakai mata .."

Sampai dekat abang beca yang lagi tidur ayam, Pelontos tanya. Dija wab si penarik beca sekenanya.

"Ke kanan Pak," katanya, lalu pe jamkan mata lagi.

Lari ke kanan tak ada siap-siapa. Orang pada ngumpul main gaplek sambil tertawa.

"Kemana ya Wok?"

"Kita balik lagi ..."

Saat balik, Brewok dan Pelontos me lihat seorang perempuan masuk mobil.

Melihat ke arah Pelontos sambil tersenyum dan melambaikan tangan ...

"Itu orangnya Wok. Cepat!" Pelontos geram. Dia merasa dipermainkan Letnan Ratna.

Mereka susul dari belakang. Persis lampu merah, semua kendaraan ber henti, termasuk mobil Letnan Rat na.

Saat motor mendekat ke samping kanan, Letnan Ratna buru-buru me nutup kaca jendela mobil.

Tuk .. Tuk .. Tuk ...

Pelontos mengepal-ngepalkan tinju nya, memaksa Letnan Ratna keluar dari mobil.

Ketika hendak turun dari motor dan memaksa Letnan Ratna turun dari mobil, lampu berubah hijau.

Kendaraan melaju ...

Piiiin ...

Piiin ...

Semua mata tertuju pada Brewok dan Pelontos yang rak juga melaju dengan sepeda motor mereka.

He he he he ...

Beberapa cewek serempak menge luarkan kepala mereka dari jendela mobil sambil berujar ...

"Dorong yuk dorong ...!"

"Dorong Om dorooong ..."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar