Sabtu, 20 Oktober 2018

Dua Menara (32)

Dua Menara (32)
Oleh Wak Amin




(BAGIAN ENAM)


MR Clean dan Letnan Ratna mulai beraksi ...

Keduanya masih mengamati sepak terjang Bos Husin sedari pagi dari atas sebuah bukit. Mulai dari ba ngun, lari pagi dan sarapan pagi.

Bos Husin tampak kesal dan marah ketika koleganya Dul Betok tidak mengangkat dan menerima tele ponnya.

Ia mulai gelisah ...

Ia coba menghubungi koleganya yang lain, juga tak membuahkan hasil sebagaimana diharapkan

Jangan kan menyambut telepon, sambungan telepon saja mati se ketika.

Ada apa?

Kenapa?

Untuk menghubungi Jenderal Bung lon tak mungkin. Karena Bos Husin belum sempat meminta nomor kon tak dari Dul Betok.

Dalam keadaan panik, dia kemudi an meminta bantuan koleganya ya ng lain, bernama Tuan Chang.

Meski berbeda kota, Tuan Chang punya beberapa 'kaki tangan' di be berapa kota, termasuk kota tempat tinggal Bos Husin saat ini.

Mereka terbukti tangguh. Buktinya, bisnis Tuan Chang masih eksis sampai kini. Bahkan setiap tahun makin menggurita.

Sayangnya bantuan yang diharap kan tak sepenuhnya berhasil. Hal ini dikarenakan setiap gerak-ge rik Bos Husin sudah 'disadap', teru ta ma telepon rumahnya oleh Mr Clean dan Letnan Ratna.

Entah bagaimana, karena tanpa di rencanakan sebelumnya, sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan pintu gerbang masuk kediaman Bos Husin.

Tak ada yang mencurigakan awal nya. Namun ketika Bos Husin mem buka pintu dan tak lama kemudian jatuh tergeletak di depan pintu kare na ditembak laki-berkacamata hit am, seketika berubah mencekam.

Si tamu bukan hanya menghabisi Bos Husin, tapi juga petugas secu rity yang berjumlah dua orang saat hendak membukakan pintu gerba ng kediaman Bos Husin.

"Ayo Let!"

"Biar aku yang sopiri, Clean." Letnan Ratna ingin menjajal seberapa kuat dan hebat tamu tak diundang itu.

Aksi kejar-kejaran pun dimulai ..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar