Minggu, 21 Oktober 2018

Kisah di Balik Berita (19)

Kisah di Balik Berita (19)
Oleh aminuddin




Harmonis Sampai Tua

E. KOMARIAH adalah istri tercinta H.Eddy Padmadisastra yang
dipersunting pada tahun 4 Juli 1959. Pasangan suami istri yang selalu harmonis hingga tua ini dikarunia dua putri (Rita Sabarniati,SH,M.Si dan Sri Widyawati,SH,S.IP) dan seorang putra (Bambang Kusnohadi, S.IP).


Selama mendampingi sang suami, H.Eddy Padma seorang wartawan di sebuah surat kabar besar terbitan Jakarta (Suara Pembaruan yang sebelumnya bernama Sinar Harapan), pensiunan guru SMAN 1 Tasikmalaya ini mengaku banyak kisah suka dan dukanya.

“Tapi lebih banyak sukanya.Dalam hal ini, misalnya saya sering mendampingi Pak Haji saat mengikuti liputan ke objek-objek wisata dan bahkan lawatan ke luar negeri seperti ke Malaysia nonton pertandingan bulutangkis saat itu Liem Swie King yang juara, sehingga saya bisa liburan dan banyak menambah pengalaman, ”ungkapnya.

Tugas jusnalistik ke luar negeri seperti Hongkong dan Belanda, baik ditugaskan kantor maupun mendapat undangan dari pemerin tah, dipastikan E.Komariah ikut serta. Bahkan, ia sebagai guide bagi sang suami maupun rombongan.

Maklum saja, ia seorang guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Tasikma laya, tentunya fasih dalam berba hasa asing terutama Inggris.

Dengan demikian, rombongan pada lawatan jurnalistik ke mancanagara terasa tenang, karena istri Komari ah bisa membantu dalam ber komu nikasi dengan orang asing.

Kalau dukanya, bukan karena masa lah materi, karena selain ia bekerja sebagai PNS dan juga penghasilan sebagai wartawan surat kabar be sar sangat memadai.

Namun  karena ia bersama putra-putrinya seringkali ditinggal pergi beberapa untuk tugas peliputan be rita, terutama ke luar kota.

Misalnya ketika sang suami ditu gaskan ke Maros, Ujungpandang selama 14 hari mengikuti “Pekan Nasional VII Pertanian dan Keluar ga Berencara” pada 3 Juli 1988.

Walaupun kebutuhan hidup keluar ganya dijamin oleh kantor, menurut E.Komariah, keluarganya tetap saja merasa kehilangan ‘sang bapak’ selama dua minggu.

“Saya sih bisa memakluminya, karena pekerjaan wartawan itu tidak mengenal batas waktu. Tidak ada waktu siang maupun malam,”tuturnya.

Begitu pun sehar-harinya, meski bertugas di Tasikmalaya, keluarganya sering ditinggal Eddy Padmadisastra saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Bahkan seringkali suaminya pulang malam hingga dini hari. Tapi itulah tugas seorang wartawan yang benar-benar wartawan.

Dalam mendampingi suaminya, Hj E Komariah justru  banyak memban tu. Sebelum tulisan beritanya diki rim ke redaksi, suami tercinta  sela lu minta bantuan sang isteri untuk ‘ngedit’ (mengoreksi berita); baik itu gaya penulisan, susunan kalimat maupun tanda baca hingga judul berita agar menarik dan enak dibaca.

“Sebab, pengiriman berita ke Sinar Harapan atau Suara Pembaruan itu sangat ketat. Selektif,”tutur Bu Haji.

“Pak Haji itu tak pernah marah bila beritanya dikoreksi dan dikritik. Jus tru sangat menghargai. Begitu pun bila dikoreksi atau dikritik oleh orang lain, ”kata wanita kelahiran Tasikmalaya ini.

Ada pengalaman yang mungkin tak terlupakan oleh E.Komariah bersama putra-putrinya, yaitu ketika peristiwa pabrik roket dan bahan peledak Dahana di Cibeureum meledak pada bulan Maret 1976 yang menghebohkan warga Tasikmalaya.

Pada saat kejadian itu, jika para te tangganya bisa berkumpul bersa ma keluarga,  ia dan anak-anaknya yang masih kecil justru ditinggal kan Eddy Padma untuk meliput berita ke lokasi kejadian.

“Pada saat itu, saya dan anak-anak sempat panik, karena melihat teta ngga yang mau pada ngungsi untuk menyelamatkan diri dan keluarga. Sementara saya dan anak-anak jus tru ditinggalkan Pak Haji yang men dekati lokasi kejadian. Bahkan saya sangat khawatir, Pak Haji menga lami hal-hal yang tidak diharap kan, ”ungkap Komariah.

Namun itulah tugas wartawan, kata E.Komariah, kalau orang lain menja uhi lokasi musibah untuk menyela matkan diri. Sebaliknya  wartawan justru mendekati lokasi musibah untuk mendapatkan bahan barita (informasi dan foto) yang akurat untuk dipublikasikan.




_____

Sang jurnalis sejati.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar