Selasa, 30 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (22-habis)

Tipu Daya Iblis (22- habis)
Oleh aminuddin



Lima Langkah


ADA lima langkah untuk meng ga galkan godaan setan dan iblis.

Apa sajakah?

Berikut penjelasannya ...



IMAM Al- Ghazali dalam kitabnya 'Ihya Ululmiddin' pernah berkata bahwa diantara hal yang harus di mengerti oleh seorang hamba ada lah mengetahui tipu daya setan dan godaannya.

Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang justru menjebak dirinya sen diri masuk ke dalam kubangan setan.

Oleh karena begitu akutnya tipu da ya setan, seorang hamba harus me ngerti berbagai kiat untuk mematah kan bujuk rayunya.

Hal ini berfungsi untuk menyelamat kan dirinya dari para setan dan iblis yang terkutuk. Terkutuk karena go daan dan rayuan itu dihembuskan  bersama dengan hembusan nafas manusia.

Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said.

 "Apakah setan itu tidur?”

Al-Hasan pun menjawab, “Jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”.

Sayangnya, setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. Begitu juga godaan-godaan mereka yang me ngalir bersama arus dalam darah seorang hamba.

Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalah kan setan.

Dan oleh karenanya, Al-Ghazali de ngan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan.


Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

إن المؤمن ينضى شيطانه كما ينضى أحدكم بعيره فى سفره

"Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan."

Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikan nya.

Begitu juga setan, jika seorang ham ba telah bisa menguasai setan de ngan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.

Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tem pat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar.

Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah SAW secara legoris menyatakan:

من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه

"Barang siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya."

Demikianlah jamaah yang berba hagia ...

Dua langkah pertama mencoba membikin setan tidak nyaman menggoda kita dengan harapan setan akan segera bosan dan kecewa karena keteguhan kita. Meskipun keduanya bukan hal yang mudah tetapi harus terus dicoba.

Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita ke lembah kenistaan dan kemadhara tan abadi.

Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan.

Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya.

Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan:

…إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ …

"…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…"

Para hadirin rahimakumullah ..

Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut.

Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas.

Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luas. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya.


Demikian keterangan al- ’A’raf
16-17 ...

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِي
ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -

" Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (mengha lang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari mu ka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."


Dan terakhir, kelima, guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar.

Karena kondisi lapar akan memper mudah seorang hamba dalam mengingat Allah SWT.

إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع

"Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i."

"Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut."











____

NU Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar