Selasa, 23 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (9)

Tipu Daya Iblis (9)
Oleh aminuddin



 

Marah Besar ...



NABI Nuh ‘alaihis salam berdakwah sepanjang hari, siang dan malam dengan beragam cara. Akan tetapi, tiada yang menggubris dakwah Rasul pertama ini kecuali hanya beberapa gelintir orang-orang terpilih.

Bahkan istri dan anaknya pun ikut tenggelam dalam air bah yang me nggunung sebagai balasan atas kekafiran mereka di dunia dan ke lak ditambah dengan siksa di neraka.

Saat melihat bekas-bekas banjir itulah, Nabi Nuh ‘alaihis salam melihat iblis.

Keduanya pun terlibat dalam sebuah dialog ...

“Kamu,” kata Nabi Nuh kepada iblis, “telah membinasakan manusia.” Lanjutnya, “Mereka tenggelam karena ulahmu.”

“Lalu,” jawab iblis, “Apa yang harus aku lakukan?”

“Bertobatlah,” perintah Nabi Nuh yang langsung dijawab oleh setan, “Apakah taubatku akan diterima?” Iblis pun melanjutkan, “Berdoalah kepada Tuhanmu!”

Abul ‘Aliyah menuturkan, “Nabi Nuh ‘alaihis salam pun berdoa ...

Lalu Allah Ta’ala memberitahukan cara tobatnya setan.”

“Kamu,” terang Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada iblis, “telah diberi kesempatan untuk bertobat.”

“Caranya?” sambar iblis bertanya.

“Sujudlah (sebagai tanda hormat, bukan penghambaan) kepada ku bur Nabi Adam ‘alaihis salam," jelas Nuh.

Mendengar penjelasan Nabiyullah Nuh , setan pun marah besar ...

Katanya, sebagaimana diriwayat kan oleh Imam Abu Dunya dalam 'Makayid asy-Syaithan' yang dikutip  Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi da lam bukunya 'Agar tidak Diperdaya Setan', “Aku tidak bersujud (sebagai tanda hormat) kepadanya saat dia masih hidup, lalu aku bersujud kepa danya saat ia telah mati?!”

Peluang untuk bertaubat, sejatinya senantiasa terbuka. Akan tetapi, di ri sendirilah yang sering menolak dengan menciptakan banyak penu tup atas pintu tobat yang telah dibuka oleh Allah Ta’ala.










______

Kisahikmah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar