Sakaratul Maut (7)
Oleh aminuddin
- Jangan Takut ..
ISLAM mengajarkan agar kita sela lu mendampingi orang sakit dan memperlakukan mereka dengan cara-cara yang baik agar orang ter sebut meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Empat cara berikut bisa kamu terap kan saat menemani orang yang menghadapi sakaratul maut:
1. MEMBERIKAN MAAF
Dalam kondisi sakaratulmaut, seseorang tentunya hanya menginginkan dirinya bersih dari semua dosa untuk menghadap Allah SWT.
Karena itu, pemberiaan maaf terha dap mereka merupakan suatu pem berian yang sangat mulia dan men jadi harapan kita semua yang tak akan selamanya hidup di muka bumi ini.
Islam sendiri selalu mengajarkan agar kita bersedia memberikan maaf kepada orang lain.
Dalam Al- Quran, Allah SWT berfir man : "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah da ripada orang yang bodoh," (QS Al A'raf : 199).
Dalam ayat yang lain, Allah SWT juga berfirman :
"Pemberian yang baik dan pemberi an maaf adalah lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesu atu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya Lagi Maha Penyantun," (QS Al-Baqarah : 263).
2. MEMBACAKAN AL-QURAN
Cara selanjutnya dalam mendam pingi orang yang meninggal adalah dengan membacakan surat Yasin.
Menurut Dr H Khairul Anwar SAg, anggota komisi Fatwa MUI Jawa Timur, di antara faedah membaca surat Yasin adalah dapat mempermudah keluarnya ruh.
Di samping itu, bacaan Yasin juga akan meringankan sakitnya saka ratulmaut.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda :
"Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin kepada orang sakit parah yang sedang menghadapi sakaratul maut, niscaya Allah SWT akan meri ngankan sakitnya sakaratulmaut itu."
"Jadi, surat Yasin itu manfaatnya banyak sekali, terutama bagi orang yang akan meninggal dunia," jelasnya.
3. LAA ILAAHA ILLALLAH
Selain surat Yasin, imbuh Dr H Khairul, cara selanjutnya yang perlu dilakukan saat mendampingi orang sedang sekarat adalah mentalqin dengan kalimat Tahlil (laa ilaaha illallah).
Bacaan tersebut dituntunkan seca ra santun dan lembut. Semua yang hadir pada saat itu juga diajak mem bacanya untuk mengingatkan orang yang sedang sekarat itu untuk terus berzikir kepada Allah dan mengikuti bacaan yang dituntunkan kepada nya, agar ia bisa meninggal dalam keadaan berzikir dengan mengingat-Nya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang akhir perkataannya adalah 'Laa ilaaha illallah', maka dia masuk surga."
"Mentalqin orang yang akan meninggal itu sangat baik dan ba gian dari tuntunan agama agar se seorang bisa meninggal dalam ke adaan husnul khatimah. Itu berbe da dengan mentalqin orang yang sudah meninggal dunia, di kala ngan ulama masih terdapat per bedaan pendapat," Imbuhnya.
4. MENDOAKAN
Dalam keadaan sakaratul maut, seseorang biasanya seringkali kesulitan untuk melakukan sesuatu.
Karena itu, selagi masih ada waktu, hendaknya ia didoakan agar dirinya mendapatkan ampunan dari Allah serta diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW telah bersabda :
"Apabila kamu mengunjungi orang sakit atau meninggal dunia, maka katakanlah yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengaminkan apa yang kamu katakan." (HR Muslim).
- Ciri-ciri Orang Sakaratul Maut
## Menurut Weitzal, Wotf dan Fruerst
- Sistem penginderaan dan gerakan mulai melemah dan berangsur mulai menghilang.
- Dimulai dari ujung kaki, tangan, ujung hidung yang terasa dingin dan lembab.
- Kulit membiru kelabu dan terlihat pucat.
- Nadi mulai tak teratur dan melemah.
- Suara dengkuran yang terdengar nyata.
- Tekanan darah mulai menurun.
- Peredaran darah mulai menghilang.
- Otot rahang mulai mengendur
- Wajah yang terlihat cemas, terlihat lebih pasrah.
- Kiat Hadapi Kematian
a. Dengan menziarahi kuburan (ha nya untuk laki-laki) dapat menging atkannya akan kematian dirinya ya ng tidak akan lama lagi, dengan de mikian akan membimbingnya un tuk menjalani hidup yang benar
b. Beramal saleh setiap saat tanpa menunda-nunda ketuaan.
c. Optimis diri terhadap keyakinan ajaran Islam sehingga memperda lam ilmu sebagai bekalan nanti.
d. Mengikuti proses fardhu kifayah dalam pelaksanan terhadap mayat.
e. Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, sehingga tidak terbebani dengan siksaan neraka.
f. Berdzikir selalu kepada-Nya.
____
- Tetesanide-syarif.blogspot.com
- kapanlagi.blogspot.com
- wajibbaca.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar