Selasa, 30 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (19)


Tipu Daya Iblis (19)
Oleh aminuddin



Tiga Golongan


MENGHADAPI  godaan setan, manu sia dibagi menjadi tiga tingkatan atau tiga golongan ...



- Pertama, golongan manusia yang kuat imannya, yang mampu
menjatuhkan setan.

Setan dan iblis sendiri tidak dapat berbuat apa-apa terhadapnya. Golo ngan manusia yang seperti inilah yang dinyatakan Allah SWT melalui firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat pun akan turun kepada mereka (seraya mengatakan), ‘Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih’…” (Fushshilat: 30)

Mereka adalah orang-orang yang mengatakan,”Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.

Maka para setan tidak akan mendapatkan apapun dari para hamba Allah yang mulia ini.

Keadaan setan-setan yang menjadi qarin mereka sangat kurus, lemah, hina, dan menjadi pecundang.

Sesuatu yang paling ampuh untuk menundukkan setan adalah dzikir. Ia akan membakarnya, seperti seseorang membakar besi dengan listrik atau oksigen, maka dengan segera besi itu akan meleleh.


إذَا ابْنُ آدَمَ سَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Sesungguhnya apabila anak Adam bersujud maka setan akan menjauhinya. Ia menangis seraya berkata, ‘Alangkah malangnya aku, anak Adam diperintahkan untuk bersujud, lalu ia bersujud maka ia pun memperoleh surga. Sedangkan aku diperintahkan bersujud, namun aku menolak maka aku pun mendapat neraka." (HR Muslim)

- Kedua, golongan manusia yang di perbudak setan dan dikuasai olehnya. Ia menyerahkan diri kepada hawa nafsunya sehingga setan memegang kendali dan menggiringnya ke jurang kebinasaan.

Manusia yang masuk dalam golongan ini adalah manusia yang dirinya tidak ada lagi yang bisa dibanggakan atau berguna.

Rasulullah SAW bersabda :

نعوذ بالله من ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء

“Kami berlindung kepada Allah dari kesengsaraan yang paling bawah tingkatnya, dari ketentuan yang jelek, dan dari kegembiraan musuh atas bencana yang menimpa kami.” (HR.Muslim)

Ini adalah tingkatan yang paling buruk di antara yang lain. Semula dia mendapatkan pengarahan dan inspirasi dari setan untuk berbuat kerusakan.

Lama kelamaan justru dialah yang menjadi inspirator bagi setan ka rena sudah menjadi pakar kerusakan.

Pasukan-pasukan yang dipakai oleh setan dari golongan manusia atau setan dari golongan jin ini adalah tipu muslihat, tipu daya, angan-angan kosong, kebohongan, menunda-nunda amal, panjang angan-angan, mengutamakan kehidupan dunia atas kehidupan akhirat, dan sebagainya.

Orang-orang yang terjerat dengan jaring-jaring setan di atas itulah yang disinyalir Nabi melalui sabdanya:


العاجز من اتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني


“Orang yang lemah adalah orang yang dirinya memperturutkan hawa nafsunya dan mengangankan sesuatu kebaikan dari Allah.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhush Shalihin (menjelang datangnya Dajjal))

Mereka itu ada tiga golongan:

Yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan memalingkan manusia dari jalan Allah, serta menghendaki agar jalan tersebut menjadi bengkok supaya manusia berpaling darinya.

Yang berpaling dari risalah Rasulullah dan menghadap (menghendaki dan mengikuti) dunia dan hawa nafsunya.

Orang munafik yang bermuka dua. Termasuk di antara golongan ini adalah pelawak yang suka bersendau gurau dan melucu yang mengakhiri hidupnya dengan lawakan, senda gurau dan mainan.


Orang-orang seperti ini akalnya telah berpindah dalam genggaman syahwat. Tak seorang pun dari mereka yang menggunakan akalnya selain untuk memikirkan siasat dan cara bagaimana dapat melampiaskan syahwatnya.

Hidup mereka hanya diisi dengan ambisi keduniawian semata. Hari-harinya dipenuhi dengan pemenuhan syahwat.  Tentunya dengan menghalalkan segala cara.

Mungkin secara kasat mata ia adalah muslim, tapi tingkah lakunya justru merusak Islam dan tidak rela syariat Allah ditegakkan. Naudzubillah min dzalik

- Ketiga, Mereka yang berperang dengan setan dan di antara mereka silih berganti dalam mendapatkan kemenangan.

Terkadang mereka dapat mengalah kan setan, terkadang pula mereka dikuasai setan hingga akhirnya  menjadi budak hawa nafsu.

Kondisi mereka di akhirat seperti saat menghadapi setan-setan di dunia.

Siapa yang dapat mengalahkan setan, syahwat dan  hawa nafsu, ia tergolong ahli surga dan tidak men dapatkan siksa untuk selama-lamanya.

Barang siapa memperturutkan ha wa nafsu maka ia masuk golongan ahli neraka.

Sampai saat ini, termasuk golo ngan manakah kita berada?

 Wallahu a’lam bi shawab








_____

-- Diinisiasi dari Tarbiyah Jihadiyah jilid ke-8 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah.

- m.kiblat.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar