Minggu, 14 Oktober 2018

Dua Menara (26)

Dua Menara (26)
Oleh Wak Amin




SETELAH Pak Karta memberitahu kan ciri-ciri Mr Clean dan Letnan Ratna, saat itu juga Bos Husin me nyuruh dua anak buahnya, Brewok dan Pelontos melakukan penyeli dikan.

"Menurut Pak Karta, mereka saat ini dalam perjalanan menuju kantor kepolisian kota," kata Bos Husin le wat telepon.

"Kita tangkap atau bunuh Bos?" Ta nya Brewok bersemangat.

"Selidiki saja dulu.' Perintah Bos Hu sin.

"Nyapeki badan saja Bos. Kenapa tak sekalian kita beri pelajaran saja mereka, biar tau rasa."

"Kalian berdua berani apa?"

"Beranilah Bos. Pistol ada, tinggal tembak. Apa susahnya."

Brewok kedip-kedipan mata deng an Pelontos. Hanya sekadar  ingin meyakinkan Sang Bos, bukan cuma Dul Betok yang bisa membunuh, me reka juga bisa berbuat sama bila diberi kesempatan.

"Terserah kalian. Tapi ingat, jangan main-main dengan Bosmu ini ya. Buahaya tauuu ..."

"Tauuu Bos .."

Dimana posisi Mr Clean dan Letnan Ratna sekarang ...?

Lima menit di kantor, keduanya ber pisah dengan mengendarai mobil masing-masing.

Brewok dan Pelontos yang menung gu di seberang jalan sempat bingu ng, mau mengikuti Mr Clean atau Letnan Ratna.

"Kita sit sajalah. Kalau saya mena ng," kata Brewok, " kita ikuti Let nan cewek itu. Tapi kalau aku kalah, aku ikut kamu saja Tos. Gimana?"

"Oke," jawab Pelontos.

Usiiiiit ...

Telunjuk lawan jempol. Telunjuk Pe lontos, jempol Brewok. Brewok me nang. Itu artinya mereka 'mengejar' Letnan Ratna.

Kemana ...?

Ke sebelah kanan. Sedangkan Mr Clean menempuh jalur kiri.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar