Rabu, 03 Oktober 2018

Menanti Dajjal (7)

Menanti Dajjal (7)
Oleh aminuddin




- Kisah Anak Misterius

ADA seorang pria di masa Nabi Muhammad SAW, namanya adalah Safi Ibn Sayyad.  Safi, putra dari Sayyad. Dia hidup di masa Nabi Muhammad SAW dan dia seorang anak laki-laki yang dibesarkan pada asalnya dari keluarga Yahudi.

Dia sangat membenci Rasulullah SAW. Dan mereka berkata bahwa anak laki-laki ini, Safi ibnu Sayyad, dapat memberitahumu apa yang kau pikirkan.

Dia punya kemampuan tertentu. Ini kisah nyata. Ini dalam shahih. Ini bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Rasulullah SAW mendengar ten tangnya. Suatu hari beliau pergi untuk mencari tahu apakah dia benar Dajjal atau bukan. Beliau pergi bersama Umar bin Khattab r.a dan mereka menuju sebuah desa dimana Safi ibn Sayyad berada. Dan anak itu sedang duduk, bermain-main dengan sesuatu.

Ketika Rasulullah SAW mencoba mendekat, Umar bin Khattab bercerita, beliau pindah dari pohon ke pohon. Rasulullah bersembunyi dibalik pepohonan. Beliau mencoba mendekati anak ini dan mencoba mendengar apa yang dikatakannya.

Anak itu mengucapkan sesuatu, beliau ingin mendengar apa yang dikatakannya. Seiring Rasulullah SAW mendekati Safi dengan sangat dekat sampai mendengar perkataannya, tiba-tiba ibu dari anak itu melihat Rasulullah SAW dan ibunya berkata, “Wahai Safi, di sana ada Muhammad.”

Safi menengadah dan berhenti ber bicara. Safi menjadi sangat marah! Dia sangat membenci beliau SAW. Entah mengapa ..

Rasulullah SAW bersabda, “Andai saja ibunya tidak melihatku, aku bisa mendengar sedikit lagi, dan aku akan tahu dia Dajjal atau bukan.”

Karena orang-orang berkata  anak itu adalah Dajjal bahwa dia akan muncul dari sana dan dia akan menjadi Dajjal.

Rasulullah SAW berkata pada anak itu, “Aku menyembunyikan sesuatu dalam pikiranku, di dalam dadaku dimana aku ingin agar kau mencoba menebak apakah itu.”

Dan anak itu melihat, sedikit mengernyitkan dahi dan berkata, “Ad-Dukh.. Ad-Dukh. Aku hanya bisa mendapatkan Ad-Dukh, Ad-Dukh.”

Rasulullah SAW bersabda, “Semoga kekuatanmu tidak bisa melebihi itu!”

Rasulullah SAW berkata padanya, “Apakah kau percaya bahwa aku ini utusan Tuhan?”

Dia berkata, “Hanya jika kau percaya bahwa akulah utusan Tuhan.”

Dia berlaku agak sombong dengan berkata, “Akulah yang utusan Tu han.” Rasulullah SAW berdiri dan pergi.

Umar bin Khattab bertanya, “Apa artinya Ad-Dukh? Kata apakah yang kau sembunyikan dalam dirimu? ”

Beliau bersabda, “Aku menyembunyikan kata Ad-Dukhan.”

Ad-Dukhan artinya, “asap atau kabut” dan anak itu menebak separuh darinya.

Anak laki-laki ini, Safi ibn Sayyad tumbuh besar, dan dia tinggal di Madinah. Dia pada akhirnya masuk Islam dan dia menikah.

Mereka berkata bahwa dia punya sekitar 10 anak. Dan para sahabat selalu menghindarinya, karena mereka tidak merasa nyaman berada di dekatnya.

Suatu hari… mereka melakukan per jalanan haji. Lalu ketika mereka pu lang dari berhaji, pada perjalanan pulang, seorang sahabat dari Rasu lullah SAW (Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu), duduk di bawah sebuah bayangan dari sebuah pohon dan kemudian Safi ibn Sayyad dengan membawa barangnya duduk di samping Sahabat tersebut.

Si sahabat merasa tidak nyaman di dekatnya, dan berkata, “Ada banyak tempat berteduh di sini, kau bisa duduk di tempat lain.”

Safi ibn Sayyad menangis. Dia ber tanya, “Kenapa kau menangis?” Safi berkata, “Ini karena orang-orang berkata bahwa aku adalah Dajjal dan lain-lain.”

Safi menatap sahabat dari kaum Anshar ini, dan berkata, “Kau harus tahu bahwa sesungguhnya kau sangat berpengetahuan luas. Kau harus tahu bahwa ad-Dajjal bukanlah Muslim sementara aku seorang Muslim. Dia tidak menikah tapi aku menikah. Dia tidak dapat punya anak, tapi aku punya anak. Dan dia tidak bisa memasuki Mek kah atau Madinah, tapi aku di sini.”

Sahabat itu berkata, “Demi Allah, kau benar. Argumenmu benar juga.”

Kemudian Safi ibn Sayyad berkata padanya, “Tapi kau tahu, nama itu (Dajjal) cukup bagus. Dajjal nama yang keren karena dia punya kekua tan. Aku tidak keberatan jika aku benar-benar Dajjal.”

Lalu sahabat itu berdiri dan berkata, “Tolong menjauhlah dariku.”

Kemudian dia menjauhi Safi. Di belakangnya, Safi ibn Sayyad tertawa-tawa. Jadi Safi adalah orang yang sangat aneh.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, ada sebuah peperangan besar yang terjadi dengan Musailamah al-Kaz zab, dimana ratusan penghafal Al- Quran terbunuh.

Mereka melihat Safi ibn Sayyad ber perang bersama mereka dan mere ka mencari jasadnya, dan mereka berkata, “Kami tidak bisa menemukannya, baik di antara yang sudah mati atau yang masih hidup.”

Semua anak-anaknya meninggal, istrinya juga meninggal. Dan setelah perang itu, mereka tidak bisa menemukannya sama sekali, dia menghilang.

Inilah kisah Safi ibn Sayyad.

Umar ibn al-Khattab r.a berkata, “Aku sering berkata di hadapan Rasulullah SAW, ‘Demi Allah dia adalah Dajjal.’ Dan beliau tidak me nyangkal perkataanku dan tidak membenarkannya. Beliau diam saja.”

Kisah di atas, Safi Ibn Sayyad. ada dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu no. hadits 6075 dan 6076. Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Kitabul Jana`iz no. hadits 1354, Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah no. hadits 2930, Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu, dalam Kitabul Malahim bab Fi Khabari Ibnu Sha’id no. hadits 4329, Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullahu dalam Kitabul Fitan ‘an Rasulillah no. hadits 2175. Hadits di atas secara lengkap diriwayatkan dari jalan Az-Zuhri dari Salim bin Abdillah.


 


- Usia Dajjal

Benarkah Dajjal Berusia 4.000 Tahun?

Konon, sebelum sampai di Pulau Bermuda atau tinggal di daerah Segitiga Bermuda ini, Dajjal dahulunya tinggal di sebuah pulau di laut Yaman.

Awalnya, ia lahir di sebuah keluarga penyembah berhala di zaman sete lah Sam bin Nuh. Ia dilahirkan di daerah sekitar Palestina di dekat daerah Sodom dan Gomorah (umat kaum Luth) dalam keadaan cacat di matanya.

Sejak kecil, si anak (Dajjal) ini suka menyusahkan orang tuanya. Tidur selama sekitar empat tahun lamanya dan tidak bisa berjalan.

Suatu hari, di tengah lelapnya tidur, si anak terbangun dan mendatangi berhala sesembahan kedua orang tuanya dan tidur lagi di pangkuan berhala itu. Saat itulah orang tuanya mengumumkan kalau anaknya itu merupakan anak Tuhan.

Orang-orang yang sebelumnya mendengar bahwa anaknya itu tidak bisa berjalan, spontan menertawakan dan mencemoohnya. Sebagian lainnya, ada yang mengambil air berkah.

Oleh banyak orang, si orang tua di laporkan ke hakim dan diputuskan keduanya harus berpisah dengan anaknya. Anaknya ditahan di pengadilan atau istana sedangkan orang tua di bagian lain penjara. Namun, saat terjadi azab pada penduduk Sodom dan Gomorah, anak ini diselamatkan oleh Malaikat Jibril ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni di laut Yaman.

Jarak laut Yaman ini membutuhkan perjalanan yang sangat lama dan jika ingin ke pulau tersebut harus melewati terjangan ombak dahsyat. Jika tak hati-hati maka akan tenggelam.

Selama di pulau itu, Jibril menugaskan seekor binatang yang badannya dipenuhi bulu lebat untuk merawat dan membantu si manusia cacat itu.

Singkat cerita, ketika sudah semakin besar, ia memutuskan keluar dari pulau itu dan mengembara ke mana saja. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Ibrahim, Musa, dan Nabi Isa.

Dalam pertemuannya dengan Nabi Musa, ia awalnya menjadi pengikut nya. Namun, di balik pertemuan itu ia memiliki maksud jahat. Karena kekagumannya pada Musa, ia menggunakan nama Musa.

Namun, untuk membedakan ia dengan Musa dari Mesir (Nabi Musa--Red), maka ia memakai nama Musa Samiri alias Musa dari Samirah, tempat lahirnya sewaktu masih di Palestina.

Karena perbuatannya mengajak Bani Israil membuat patung anak lembu maka Musa AS lalu mengusir Samiri. (Lihat QS Thaha [20]: 97). Ke mana perginya Samiri (Dajjal) ini setelah diusir Musa, tidak ada keterangan lanjutan.

Muhammad Isa Daud menyebutkan, sejak diusir itu, Samiri mengembara lagi ke berbagai tempat. Ia terus belajar mengenai sikap umat manusia dan mencari celah untuk menjerumus kannya.

Dan beberapa saat sebelum kelahiran Rasulullah SAW, Dajjal kembali ke pulau tempat ia dibesarkan oleh seekor makhluk berbulu tebal tersebut.

Saat mendarat itulah, oleh makhluk tersebut, dajjal disuruh berjalan ke bagian dalam gua. Saat membelakangi dinding gua itulah, dajjal kemudian terpasung.

Makhluk tersebut menyatakan, ikatan itu hanya akan bisa lepas, saat waktunya telah tiba. Dalam penuturan Isa Daud, Dajjal terpasung selama lebih kurang 63 tahun. Sama dengan usia Rasulullah SAW.

Setelah bebas, Dajjal kembali mengembara. Puncaknya, ia pergi ke Segitiga Bermuda dan akhirnya bertemu dengan setan. Ia sangat diagungkan oleh setan dan keduanya membuat perjanjian bersama untuk menghancurkan umat manusia dan memalingkannya dari menyembah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan keterangan Muhammad Isa Daud, hingga hari ini Dajjal masih hidup. Kendati usianya sudah lebih dari 4.000 tahun, tetapi fisiknya masih tetap muda dan tak ada yang bisa menandingi kekuatannya hingga turunnya Isa Al-Masih, putra Maryam, yang akan membunuhnya.

Usianya itu bila dikonversikan dengan Nabi Ibrahim AS, sebagaimana pendapat Sami bin Abdullah Al-Maghluts, bahwa Nabi Ibrahim hidup pada tahun 1997-1822 SM.

Panjangnya usia Dajjal ini, karena ia merupakan satu dari tiga orang yang muntazhar (ditangguhkan) atau dipanjangkan umurnya, yakni setan, Nabi Isa AS, dan Dajjal. Dan hanya Nabi Isa AS yang mampu mengalahkan serta membunuh Dajjal.



- Pengikut Dajjal

DARI Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah SAW bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergetar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

“Dajjal akan diikuti oleh orang-orang Yahudi Ashfahan sebanyak 70.000 orang yang mengenakan jubah tanpa berjahit. ” [Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrotis Sa’ah, Bab Fi Baqiyyah Min Ahaadiitsid Dajjal hadits No. 2944].

Ashfahan adalah sebuah daerah di Iran.  Selain orang-orang Yahudi dan munafik, banyak diantara perem puan-perempuan yang terpesona dengan tipudaya Dajjal.

Nabi SAW bersabda, “Dajjal akan turun di lembah air Murqonah’ ini, maka orang yang datang kepada nya kebanyakan kaum wanita, se hingga seseorang akan pergi me nemui sahabat karibnya, ibunya, anak perempuannya, saudara pe rempuannya, dan kepada bibinya untuk meneguhkan hatinya karena kuatir mereka akan pergi menemui Dajjal.” [Musnad Ahmad 7: 190]


- Fadhilah Surah Ad-Dukhan

TERDAPAT beberapa hadis Rasulul lah SAW yang menyatakan fadhilah, faedah dan hikmah bagi mereka yang membaca dan mengamalkan surah Ad Dukhan ini, diantaranya:

1. Dari Khalil bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Di dalam Al- Quran terdapat 7 surah yang dimulai dengan Haa Miim, akan datang di depan setiap pintu neraka jahanam dan memohon kepada Allah SWT dengan katanya; “Ya Allah! Janganlah Dikau masukkan ke dalam neraka ini orang yang percaya kepadaku dan membacaku.” (HR Al-Baihaqi).

2. Daripada Zaid Ibnu Haritsah r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada Ibnu Zayyad; “Sesungguhnya aku simpan sesuatu, maka apakah ia?. Maka Nabi SAW simpan baginya surah Ad-Dukhan, maka baginda bersabda dia ialah (Ad-Dukhan) dan bersabda lagi; Pergilah. Masyaallah, kemudian dia pergi”.

3. Dari Abi Ja’far r.a., beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca surah Ad-Dukhan dalam solat-solat fardhu dan nafilahnya (sunatnya), maka Allah akan membangkitkannya bersama orang-orang yang mendapatkan penjagaan Allah pada hari Kiamat, menaunginya di bawah Arsy-Nya, menghisabnya dengan mudah dan memberi kitab (catatan amal) nya dari sebelah kanannya.” (HR: Abu Hamzah Tsumali).

* Malam Jumaat

1. Daripada Abi Hurairah r.a berkata, Nabi SAW bersabda: “Sesiapa membaca “Haa Miim – Ad Dukhan” pada malam Jumat; maka diberi keampunan baginya”. (HR: Ibnu Katsir).

2. Dari Umamah pula menyatakan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Siapa yang membaca surah Ad-Dukhan pada malam atau hari Jumat maka Allah akan membinakan sebuah rumah dalam syurga.” (HR: At Tabrani).

3. Disebutkan dalam tafsir al-Burhan, dari Nabi SAW bersabda; “Orang yang membacanya (surah ad-Dukhan) pada malam Jumat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Baginda SAW juga bersabda, “Orang yang membaca surah ad-Dukhan pada malam Jumat akan dimintakan ampun (atas dosa-dosanya) menjelang paginya oleh tujuh puluh ribu Malaikat.”


" Malaikat Memohon ampun

1. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa membaca Ad-Dukhan setiap malam, maka tujuh puluh ribu (70.000) malaikat memohon ampun untuknya.” (HR. Tirmidzi).

2. Daripada Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: “Siapa yang membaca surah “Haamim – Ad Dukhan” pada waktu malam; maka esoknya 70 ribu malaikat akan meminta ampun baginya“. (HR.Ibnu Katsir)

3. Rasulullah SAW bersabda : “Siapa membaca Ad-Dukhan di waktu malam, maka 70.000 malaikat memohon ampun untuknya.” (HR. Tirmidzi).

* Khasiat Ad-Dukhan

Mengamalkan membaca keseluruhan surah Ad-Dukhan ini, akan terselamat dari segala gangguan.

- Khasiat ayat 1-8 – Membantu membinasakan musuh.

- Khasiat ayat 12 – Dijauhkan dari ditimpa bala.

- Khasiat ayat 68-73 - Dapat mem bantu memenangi berhujah.




____

- Syahida.com

- Nettik.Net

- Republika.online

- Kisah di atas, Safi Ibn Sayyad. ada dalam hadits yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad rahimahullahu, Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam Kitabul Jana`iz no. hadits 1354, Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah no. hadits 2930, Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu, dalam Kitabul Malahim Bab Fi Khabari Ibnu Sha’id Nomor hadits 4329, Al-Imam At-Tirmidzi rahima hullahu dalam Kitabul Fitan ‘an Rasulillah Nomor hadits 2175. Hadits di atas secara lengkap diri wayatkan dari jalan Az-Zuhri dari Salim bin Abdillah.

- World Islamic - Malaysia




Tidak ada komentar:

Posting Komentar