Minggu, 03 Februari 2019

Anak Berbakat (13)

Anak Berbakat (13)
Oleh aminuddin

KEMUNGKINAN untuk menjadi underachiever adalah karena jika anak berbakat intelektual diberikan kurikulum yang biasa, mereka akan bosan dan kebanyakan dari mereka akan memilih keluar sekolah atau berprestasi jauh di bawah potensi yang dimiliki.

Keadaan buruk yang mungkin saja terjadi ialah manakala mereka sam pai terlibat dalam penggunaan obat-obatan atau kenakalan remaja.

Meskipun dari sejumlah penelitian sedikit sekali kemungkinan anak berbakat intelektual menjadi anak nakal (dalam McLeod dan Cropley, 1989).

Demikian pula hasil penyelidikan Komisi Pendidikan Amerika tahun 1971 menunjukkan adanya kore lasi antara kurangnya pemberian pendidikan yang cocok bagi siswa dan gejala membolos, penolakan untuk sekolah dan putus sekolah.

Laporan Komisi Pendidikan Ameri ka ini menyertakan pula hasil bah wa banyak anak berbakat intelek tual yang tidak menampilkan po tensi intelektual yang dimilikinya (Fetterman, 1988).

Mitos Anak Berbalat
Harry Passow (1955), dikutip dalam French (1955) mengaitkan kecilnya minat masyarakat terhadap pendidi kan untuk anak berbakat intelektual dengan pandangan yang keliru dan masih melekat dalam masyarakat. Anak berbakat intelektual diang gap anak dengan perbatasan anta ra keadaan gila dan jenius.

Freehill (1961) juga memperkuat de ngan menyatakan adanya keyaki nan bahwa kondisi gila, senilitas awal dan masalah emosional ada lah segi dari intelektual yang tinggi; anak berbakat memiliki jiwa yang berbeda, jiwa yang lebih rentan di bandingkan mereka yang bodoh.

Hal ini menyebabkan anak berbakat intelektual di satu sisi ditolak dan di sisi lainnya terlalu dilindungi ser ta dimanjakan karena keberba katannya.

Hal senada juga disampaikan Le wis Terman (1922) yang menyebut kan bahwa anak yang luar biasa kepandaiannya; segera saya pela jari memiliki reputasi yang burul karena adanya keyakinan umum bahwa anak-anak tersebut biasa nya psikotis atau jika abnormal, dan hampir pasti lebih cepat ma tang atau berkembang kebodohan purnadewasa. "Early ripe, Early rot" adalah slogan yang sering didengungkan bagi mereka (dikutip dalam Barbe dan Renzulli, 1975)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar