Anak Berbakat (15-tamat)
Oleh aminuddin
MENGAPA citra negatif itu melekat pada diri anak berbakat intelektual?
Menurut Barbe dan Renzulli (1971), dikutip dari Greenlaw dan McIntosh (1988) banyaknya anak berbakat in telektual tidak lain berakar pada karya dua pakar, yaitu Lambroso dan Nisbet.
Buku yang berjudul The Man of Ge nius dan The Insanity of Genius (ke duanya terbit tahun 1895) menun jukkan saling berkait erat.
Demikian pula menurut Tannen baum (1958) seharusnya istilah jenius dihindari karena secara his toris masih duliputi rasa misteri dan juga adanya konotasi yang negatif tersebut.
Miskonsepsi terhadap anak berba kat intelektual, menurut Margaret Mead (1954), menyebabkan kehi dupan yang suram bagi anak ber bakat intelektual di Amerika karena membentuk sikap masyarakat untuk menjauhkan seseorang yang memiliki derajat superioritas yang berbeda dari kelompoknya (dikutip dalam French, 1959).
DeHaan dan Havighurst (1957) serta Hollingworth (1942) sepen dapat bahwa adanya sifat negatif masyarakat disebabkan oleh ada nya pandangan yang keliru tentang anak berbakat intelektual sehingga anak berbakat intelektual malah menyembunyikan bakat mereka sesungguhnya.
Hal ini dilakukan untuk menghindari sikap dikucilkan dari teman-teman sebaya yang bukan anak berbakat intelektual.
Switzer dan McNource (1979) menyebutkan, di dalam kelas anak-anak berbakat intelektual menampilkan diri mereka secara rata-rata saja, yaitu sama dengan anak lainnya.
Anak berbakat intelektual menyadari bahwa guru pun kurang menyukai anak berbakat yang selalu melontarkan pertanyaan yang menantang dan sulit dijawab (dikutip dalam Fetterman, 1980).
_____
Sumber Tulisan : Dr Reni Akbar-Hawadi, 'Identifikasi Keberbakatan Intelektual Melalui Metode Non-Tes dengan pendekatan Konsep Keberbakatan Renzulli', Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2002.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar