Kamis, 04 Oktober 2018

Al-Aqsha (7)

Al-Aqsha (7)
Oleh aminuddin







Paling Mencengangkan

BERIKUT tiga tujuan Israel meng hancurkan Masjidil Aqsha paling menengangkan :

1. Membangun Kembali Kuil Solomon (Kuil Sulaiman)

Israel mulai menjajah Yerusalem pada tahun 1967.  Semenjak itu, kaum Zionis mulai berupaya untuk merusak Masjid Al-Aqsha.

Pada Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar masjid ini. Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada  21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam.

Pembakaran itu juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang menurut banyak sumber menyatakan mim bar itu adalah buatan dari Jepara-Indonesia.

Cita-cita kaum Zionis-Yahudi sebagai pasukan intel terhebat di dunia  untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.

Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.

Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan, di bawah tanah Masji dil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengata kan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dunia dan pemerintahan segala bangsa.

2. Menyambut Kedatangan Messiah

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa as.

Bangsa Yahudi meyakini di suatu hari nanti seorang Messiah akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Namun hal ini masih menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya.

Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, justru Messiah sendirilah yang akan datang dan me mimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhir nya diperuntukkan bagi pusat pe merintahan dunia (One World Order).

3. Melaksanakan Ambisi Zionis yakni One World Order

The new world order merupakan mantra yang sering keluar di buku-buku bertema zionisme, satanic, dan freemasonry.

Kita akan temukan kalimat itu da lam buku- buku semisal ; The Hand of Iblis karya Dr Omar Zaid, Peme rintah Bayangan yang ditulis Jagad A. Purbawati, – Bahkan dia juga menulis buku dengan judul “New World Order".

Kemudian  The Age Of Deception karya Frassminggi Kamasa, Invisib le Hand – Kendali Zionis di Balik Konspirasi Dunia- yang ditulis oleh Ralph Epperson, Sistem Dajjal yang ditulis Ahmad Thomson, dan dere tan buku-buku sejenisnya seperti buku-buku karya Harun Yahya.

Secara singkat, yang dimaksud dengan New World Order adalah sebuah sistem pemerintahan dengan tiga aspek kehidupan baru sebagaimana yang disebutkan oleh Texe Marrs dalam bukunya Dark Majesty.

Ketiga aspek tersebut adalah ; satu tatanan ekonomi, satu tatanan pemerintah dan pemerintahan, dan satu tatanan Agama.

Namun, yang dimaksud satu tata nan ekonomi bukanlah ekonomi Islam atau Syariah, satu tatanan pemerintahan dan pemerintahan bukanlah dalam pandangan Islam, dan satu tatanan agama bukanlah agama Islam.

Yahudi telah merancang secara sistematis bagaimana caranya membentuk sebuah New World Order dengan basis kekuasaan di tanah bekas Kuil Salomon yang konon berada di bawah Masjid Al-Aqsha.

Tiga senjata menuju New World Order atau Israel raya adalah men ciptakan iklim ekonomi global dengan sistem gurita, membuat sistem pemerintahan dengan sistem laba-laba, dan membuat konsep teologi beragama baru yang mereka khususkan untuk pemeluk agama selain Yahudi.

Israel telah mendekati ambisinya dalam mencapai One World Order. Inilah yang juga menjadi penyebab alasan Amerika melindungi Israel.

Tentunya sebagai bagian dari umat muslim dunia, kita harua berupaya mencegah terjadinya hal ini. Sebab Masjid Al-Aqsha telah menjadi bagi an penting dalam sejarah perjala nan agama islam.


___
HukamNas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar