Kamis, 04 Oktober 2018

Yaman dan Pertemanan (17)

Yaman dan Pertemanan (17)
Oleh aminuddin






Keutamaan Negeri Yaman


DIANTARA hikmah Allah, Allah SWT melebihkan sebagian makh luknya di atas sebagian yang lain. Seperti bulan Ramadhan sebaik-baik bulan, hari Jumat sebaik-baik hari dalam seminggu, kota suci Makkah dan Madinah adalah kota yang paling Allah cintai. Semua ini karena hikmah Allah. Dan Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Demikian pula halnya dengan negeri Yaman,  Allah ‘azza wa jalla, telah memuliakan negeri ini di antara negeri-negeri lainnya di dunia ini, (setelah Makkah dan Madinah). Penduduknya adalah orang-orang yang lembut hatinya, santun tutur katanya, dan cepat menerima kebenaran.

Ada beberapa ayat dalan Al-Quran yang menerangkan makna ini. Da lam  hadis-hadis Nabi SAW juga dijelaskan hal yang semakna. Mari simak rinciannya berikut ini.


- Dalil dalam Al-Quran yang menunjukkan keutamaan penduduk Yaman

Firman Allah Ta’ala :

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Maidah 54).

Ada beberapa pendapat ahli tafsir mengenai makna ayat ini. Ada yang menjelaskan kaum yang dimaksud dalam ayat di atas adalah kaum Anshar, ada yang mengatakan ;maksudnya adalah Abu Bakr As-Sidiq radhiyallahu’anhu, yang di masa kekhilafahan beliau, beliau memerangi orang-orang yang murtad.

Namun, pendapat yang lebih kuat mengenai identitas kaum yang di singgung dalam ayat di atas; se bagaimana dijelaskan oleh Imam Al - Qurtubi dalam tafsirnya, adalah penduduk negeri Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiyallahu’anhu.


“Turunnya ayat ini, terang Imam Al- Qurtubi,  berkenaan dengan kabilah yang bernama al Asy-‘ari. Dalam riwayat disebutkan, setelah ayat ini turun, beberapa rombongan kapal dari kabilah al-Asy-‘ari dan kabilah-kabilah lainnya dari negeri Yaman, datang melalui jalur laut. Mereka adalah kaum muslimin yang tertindas di negerinya pada masa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masih hidup. Merekalah yang berjasa dalam penaklukan negeri Irak (melalui perang Al- Qodisiyyah) pada masa kekhilafahan Umar radhiyallahu’anhu.”

“Penafsiran ini, Imam al Qurtubi melanjutkan penjelasan, adalah penafsiran yang paling shahih mengenai makna kaum yang disebut dalam ayat di atas.” (Tafsir Al-Qurtubi jilid: 8 hal: 52).

Imam Ibnu Jarir At Thobari rahimahullah juga menguatkan penafsiran ini. Sebagaimana yang beliau nyatakan dalam tafsir beliau:

وأولى الأقوال في ذلك عندنا بالصواب، ما روي به الخبر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم،  أنهم أهل اليمن؛ قوم أبي مويى الأشعري.

“Menurut kami, pendapat  yang lebih kuat mengenai penafsiran kaum yang dimaksudkan dalam ayat adalah sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah riwayat, yang bersumber dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, bahwa kaum tersebut adalah penduduk Yaman; kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘aryi.” (Tafsir At- Thobari, 8/525).

Kemudian, ayat lainnya, yang menerangkan keutamaan negeri Yaman, adalah firman Allah Ta’ala:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1)  وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” (QS An-Nashr: 1-2)


Dalam sabdanya, Nabi SAW  menje laskan, bahwa ayat di atas sedang berbicara tentang penduduk Ya man. Karena mereka adalah orang-orang yang lembut hatinya dan mudah menerima kebenaran.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,  beliau mengatakan, “Tatkala diturunkan ayat, ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada Yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR Imam Ahmad, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Demikian pula dalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan, “Suatu ketika, saat Nabi berada di Madinah beliau bersabda :

الله أكبر الله أكبر جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Allahu Akbar…. Allahu Akbar (Maha besar Allah), telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk Yaman. Kaum yang bersih hatinya, lembut tabiat mereka. Iman itu ada pada Yaman,  fiqih itu ada pada Yaman dan hikmah itu ada pada Yaman.” (HR Ibnu Hibban, dinilai shahih Syaikh Al-Albani).

- Hadis-hadis tentang keutamaan negeri Yaman

Di antaranya sebagai berikut:

1. Nabi mendoakan barokah untuk penduduk Yaman.

Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berdoa:

اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا قالوا وفي نجدنا قال اللهم بارك لنا في شامنا اللهم بارك لنا في يمننا

“Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Yaman kami”. (HR Bukhari dan Ahmad).

2. Rasulullah SAW  menerangkan,  bahwa penduduk Yaman adalah umatnya yang paling pertama merasakan segarnya air telaga beliau.

Dari sahabat Tsauban berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda :

إني لبعقر حوضي أذود الناس لأهل اليمن أضرب بعصاي حتى يرفض عليهم

“Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku. Kemudian Aku akan menghalangi orang-orang yang akan meminum dari telagaku, agar  penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu. Aku memukul dengan tongkatku/sehingga air telaga tersebut mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim).

Inilah salah satu bentuk karomah untuk penduduk Yaman. Sebagai ganjaran atas baiknya perilaku me reka dan bersegeranya mereka da lam menerima Islam.  (Lihat: Syarah Shahih Muslim 62/15)

3. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرِيقٍ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ ، فَقَالَ : ” يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْضِ…

Suatu ketika, cerita Jubair bin Muth’im, kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan antara Makkah dan Madinah. Saat itu Nabi  bersabda :

يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْض

“Hampir-hampir bangsa Yaman melebihi kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi, dinilai shshih oleh Al-Albani)


4. Penduduk Yaman, tentara Allah di masa terjadi fitnah.

Abdullah bin Hawalah mengatakan, ” Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه يجتبي إليها خيرته من عباده فإن أبيتم فعليكم يمنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد توكل لي بالشام و أهله

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa,  hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dinilai shahih oleh Al-Hakim dan Al-Albani)

5. Orang yang pertama kali menela dankan salaman.

Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

  قد جاء كم أهل اليمن وهم أول من جاء بالمصافحة

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Merekalah pelopor pertama dalam hal berjabat tangan.”

6. Memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari sunnah.

Sahabat Anas bin Malik menceritakan, “Suatu hari, beberapa orang dari negeri Yaman datang menemui Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, seraya berkata :

ابعث معنا رجلاً يعلمنا السنة والإسلام

“Wahai Rasulullah, kirimkanlah untuk kami seseorang yang akan mengajari kami sunnah dan Islam.”

Lalu Rasulullah menarik tangan Abu Ubaidah seraya bersabda :

هذا أمين هذه الأمة

“Ini orangnya, dialah penjaga umat ini.”

7.  bangsa yang gigih menjalani ketaatan kepada Allah.

Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan,  “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

إنه سيأتي قوم تحقرون أعمالكم إلى أعمالهم

“Sesungguhnya akan datang kaum, yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka“.

“Apakah mereka kaum dari kaum Quraisy ya Rasulullah?” Tanya para sahabat.

لا و لكن هم أهل اليمن

“Bukan, mereka adalah penduduk Yaman.” jawab Rasulullah.” (HR Ibnu Abi Ashim, dishahihkan oleh Imam Muqbil Al-Wadi’i)

8. Iman ada pada Yaman, Hikmah ada pada Yaman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,  beliau mengatakan, “Tatkala diturunkan ayat, ” Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.” Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada Yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR Imam Ahmad, dinilai shahih oleh Al-Albani).

Maksud fikih ada pada Yaman, terang Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim, ungkapan tentang kefahaman dalam permasalahan agama.

Sebagian fuqaha dan ulama ushul, memaknai istilah fikih dengan suatu pengetahuan terhadap hukum-hukum syari’at, yang berkaitan dengan amalan badan, melalui dalil-dalil yang berkaitan dengan amalan tersebut.

Sedangkan makna hikmah ada be berapa penafsiran di kalangan para ulama. Penafsiran-penafsiran ter sebut berkisar pada sifat hikmah (bijaksana).

Setelah disaring kembali, lanjut Imam Nawawi, tampak makna hikmah adalah ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum syari’at. Yang mencakup pengetahuan tentang Allah ‘azza wa jalla, dengan kemampuan memandang permasalahan dengan bashirah (ilmu), jiwa yang beretika, merealisasikan kebenaran serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dan menahan diri dari mengikuti hawa nafsu dan segala hal kebatilan.

Jadi, orang yang hakim (bijak) ada lah orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. (Lihat: Al Minhaj jilid: 1, hal: 220).




__

- Daftar Pustaka:

* Tafsir At Thobari, Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir At Thobari.

* Tahqiq: Dr. Abdulloh bin Abdulmuhsin At-Turki. Terbitan: Dar ‘alam al kutub. Cetakan th 1434 H.

* Al Jaami’ Li Ahkaamil Quran, Imam Al Qurtubi. Terbitan: Muassasah Ar Risalah, Damaskus. Cetakan pertama, th 1434 H.

* Al Minhaj Syarah Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Imam Nawawi. Terbitan: Darul Ma’rifah, Beirut. Cetakan ke 19, th 1433 H.

- Disusun oleh Ahmad Anshori
Asrama 8, Islamic University in Madinah, KSA, 21 Jumadal Akhir 1436H.

- Muslim.Or.Id.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar